Kadin Jatim Fasilitasi Diklat Vokasi Sistem Ganda

10/8/2017 23:40
Kadin Jatim Fasilitasi Diklat Vokasi Sistem Ganda
(Ist)

UNTUK meningkatkan kompetensi ketenagakerjaan memang harus dilakukan berbagai cara. Salah satunya ialah dengan melaksanakan pendidikan yang difasilitasi lembaga berkompeten.

Direktur Kadin Institute M Alyas menegaskan bahwa pihaknya siap membantu pelaksanaan program pendidikan vokasi dual sistem atau sistem ganda Jerman, yang diprakarsai Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Timur dan Kadin Jatim, bekerja sama dengan Industrie-und Handelskammer (IHK) Kadin Hochrhein-Bodensee Jerman.

“Kadin Institute siap membantu dan memfasilitasi pelatihan yang akan dilaksanakan,” ujar M Alyas di Surabaya, Kamis (10/8).

BKSP Jatim bersama Kadin Jatim telah bekerja sama dengan IHK Jeman untuk menerapkan pendidikan sistem vokasi sistem ganda di SMK se Jatim. Selama pelaksanaannya, BKSP bersama IHK Jerman akan melakukan berbagai pelatihan Ausbildung der Ausbilder (ADA) yang akan diikuti guru atau pelatih dari SMK dan dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari segenap pemangku kepentingan, utamanya DUDI. Kadin Jatim sebagai organisasi pelaku DUDI, melalui Kadin Institute, berinisiatif menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.

Alyas menegaskan bahwa Kadin Institute mempersilakan kepada BKSP untuk menyelenggarakan pelatihan di gedung Kadin Institute. “Selain ruang pertemuan dengan kapasitas tampung 100 orang, di sini juga ada banyak ruang pelatihan berkapasitas 15 orang. Jadi, kapanpun dan berapapun jumlah peserta pelatihan, kami siap memfasilitasinya," ungkapnya.

Saat ini Kadin Institute juga telah mengembangkan program virtual office. Kadin Institute akan menjadi pusat bisnis khusus bagi asosiasi pengusaha dan profesi, perusahaan anggota Kadin Jatim serta lembaga yang membutuhkan kantor yang representatif.

Apalagi, lanjut Alyas, program pendidikan vokasi sistem ganda dari Jerman ini selaras dengan salah satu program yang telah dicanangkan oleh Kadin Institute, yaitu program pelatihan pengembangan SDM. Program pelatihan ini dilakukan untuk menunjang perkembangan kualitas SDM yang ada di sebuah instansi/organisasi. Sehingga dengan adanya nilai tambah ini bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Beberapa pelatihan yang telah dilakukan Kadin Institute di antaranya pelatihan 7 jam mahasiswa menjadi wirausaha, ToT kewirausahaan, diklat jurnalistik, ramadhanpreneur dan pendampingan wirausaha SMK.

Sementara kegiatan lain yang juga telah dilakukan diantaranya adalah job fair, uji kompetensi UKM, seminar peningkatan usaha mandiri, tes entrepreneurship dan news presenter competion. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya