KPAI Kunjungi Keluarga Korban Pembakaran di Bekasi

Antara
09/8/2017 22:15
KPAI Kunjungi Keluarga Korban Pembakaran di Bekasi
(Ist)

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat menyatakan keprihatinannya terhadap keluarga korban pengeroyokan dan pembakaran hingga tewas berinisial MA yang berada di Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Dalam hal ini, KPAI sengaja datang untuk mastikan psikologi anak dan istri korban yang tengah hamil tidak mengalami guncangan," kata Ketua KPAI, Susanto, di Kabupaten Bekasi, Rabu (9/8).

Menurut dia, MA meninggalkan Siti Jubaedah, 25, yang tengah mengandung tujuh bulan serta Alif Saputra, sang anak pertama yang masih berusia empat tahun.

Kedatangan KPAI tersebut, kata Susanto, untuk memberikan semangat kepada Siti Jubaedah sekaligus ingin melihat lebih jauh kondisi Alif dan anak yang dikandung. Pihaknya ingin memastikan bahwa kondisi anak baik-baik dan berkembang seperti yang diharapkan.

Dalam kasus ini, selain istri yang ditinggalkan, sang anak pun terpaksa menjadi korban karena kehilangan figur seorang ayah.

"Apalagi, perjalanan anak masih panjang untuk melanjutkan kehidupan dan mengenyam pendidikan," katanya.

Ia menambahkan dalam kedatangannya ke rumah korban itu, disebabkan adanya laporan bahwa Alif telah mendapat perlakuan kurang baik dari lingkungan sekitar.

Rekan-rekan bermain telah mengetahui kasus kematian ayahnya hingga akhirnya mem-bully Alif.

Dari laporan tersebut, KPAI akan melakukan pendampingan bagi Alif, terutama pada sisi psikologisnya. Selain itu guna memastikan anak korban aman dari cercaan masyarakat maupun lingkungan sekolah.

Untuk itu, KPAI akan membangun komunikasi dan memberikan perspektif kepada lingkungan sekitar agar yang bersangkutan benar-benar mendapatkan perhatian dan atensi khusus agar tidak merasa tersingkirkan.

Lebih lanjut Susanto menjelaskan bahwa KPAI akan terus melakukan pendampingan kepada anak korban agar perkembangannya menjadi lebih baik dan meraih prestasi.

Pasalnya, permasalahan seperti ini adalah hal tersulit yang dialami oleh anak-anak. Untuk itu, selain pendampingan juga melakukan komunikasi interaktif agar anak korban tetap bisa berkomunikasi baik dengan lingkungannya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya