Guru Diniyah di Jatim Perlu Diberikan Beasiswa

04/8/2017 23:10
Guru Diniyah di Jatim Perlu Diberikan Beasiswa
(ist)

PEMERINTAH perlu memberikan perhatian lebih kepada para guru diniyah, seperti beasiswa baik di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Jangan sampai mereka tidak mendapatkan peningkatan dalam hal keilmuan untuk menjawab tantangan jaman. Kalau mereka bisa berkembang dengan baik, tentu yang diuntungkan bukan cuma sekolah tempat mereka bernaung, tapi juga daerah.

"Hal itu harus mendapatkan perhatian serius. Jangan sampai kita abai terhadap masalah ini," ujar Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti dalam keterangannya, Jumat (5/8).

Ia melanjutkan, pemerintah provinsi sebenarnya punya uang untuk itu. "Kalau setahun memberangkatkan 100 guru diniyah studi lanjut ke Mesir, Arab Saudi, atau Malaysia pasti bisa. Juga ada alokasi beasiswa lanjut ke universitas-universitas Islam di Indonesia," papar La Nyalla.

Hal itu diungkapkan ketika bersilaturahim ke Pondok Pesantren Tremas, Pacitan. La Nyalla bertemu sejumlah pengasuhnya di antaranya KH Lukman Hakim, yang akrab disapa Gus Lukman, dan KH Fuad Habib Dimyati atau Gus Fuad.

La Nyalla mengatakan, Ponpes Tremas memiliki peran sangat strategis untuk membentuk generasi Qurani yang bermanfaat besar bagi masyarakat. Di pesantren yang telah berusia ratusan tahun itu, ia berdialog dengan pengasuh dan sejumlah santri.

"Alhamdulillah senang sekali bisa sowan ke sini. Tadi Gus Lukman titip pesan agar pemerintah memperhatikan guru-guru diniyah yang hafiz atau hafal Alquran. Guru-guru itulah pencetak hafiz-hafiz muda, generasi Qurani baru yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Nah, pemerintah provinis harus hadir untuk mendukung eksistensi guru-guru Hafiz tersebut,” ujar La Nyalla.

Menurut La Nyalla, negara mempunyai utang budi besar kepada para guru diniyah. Sebab, merekalah yang bekerja keras tanpa pamrih membentuk karakter generasi muda. "Memang beliau-beliau itu tidak mengharapkan pamrih. Tapi tentu tidak elok jika Pemprov Jatim mengabaikannya. Negara harus hadir," tegasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya