Riset Dikembangkan hingga Tahap Produksi

Indriyani Astuti
18/7/2017 10:53
Riset Dikembangkan hingga Tahap Produksi
(Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan---ANTARA/Novrian Arbi)

PEMERINTAH mendorong proses riset teknologi yang dilakukan para peneliti sampai pada level siap produksi. Dukungan akan diberikan kepada lembaga-lembaga riset.

"Kita sepakat untuk menaikkan TRL (technology readiness/tingkat kesiapan teknologi) ke level 8 sampai dengan 9, tidak berhenti hanya di level prototipe," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai membuka Kongres Teknologi Nasional (KTN) 2017 yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, kemarin (Senin, 17/7).

Ia menilai kemampuan lembaga-lembaga riset Tanah Air tidak kalah dari luar negeri. "Kalaupun ada kekurangan sedikit tidak apa-apalah, bisa diperbaiki nanti, tapi yang penting kita bisa membuat sendiri."

Pada kesempatan itu Luhut meminta BPPT untuk jangan ragu-ragu melakukan riset dan pengembangan teknologi. "Makanya saya bilang anggarannya tidak boleh seperti sekarang. Kita dorong supaya hasil risetnya tidak cuma sampai level prototipe saja, tapi harus sampai tahap produksi."

Ia mengatakan pengembangan hasil riset hingga level 8 (lengkap dan memenuhi syarat) dan 9 (terbukti secara operasional) memang akan menghadapi risiko yang semakin besar. Namun, peningkatan itu harus dilakukan untuk bisa mengetahui tingkat keberhasilannya.

Saat ditanya tentang pemotongan anggaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang akan berdampak pada pengurangan anggaran lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) termasuk BPPT, Luhut berharap hal itu tidak terjadi mengingat pemerintah sepakat menaikkan TRL riset dan pengembangan teknologi ke level 8 sampai 9.

"Kemarin anggaran BPPT akan ditambah, mudah-mudahan tidak berkurang. Semua sepakat supaya jangan berhenti di level 7," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan Kementerian Keuangan memutuskan akan memotong anggaran kementeriannya sebesar Rp1,4 triliun.

Kebijakan khusus
Pada kesempatan sama, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengusulkan kebijakan pemerintah soal pengembangan riset teknologi, khususnya di bidang kesehatan.

"Saya mengusulkan adanya kebijakan khusus dari pemerintah. Kebijakan dan dukungan serta pendampingan terutama dalam pengembangan produk tahap awal. Mengingat adanya risiko gagal yang cukup besar dan investasi yang dikeluarkan."

Menurutnya, teknologi kesehatan cukup unik. Untuk dapat menghasilkan produk baru, seperti peralatan medis dan obat-obatan baru, perlu kajian manfaat dan keamanan yang berjenjang. Hal itu membutuhkan investasi, waktu, dan tenaga yang cukup besar.

Terkait dengan KTN, Unggul menjelaskan kongres itu bertujuan memberikan masukan kepada seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah, industri, hingga akademisi, tentang teknologi yang perlu dikembangkan dan akan dibutuhkan untuk memperkuat industri nasional sampai kemandirian bangsa.(Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya