Pasien Congek Telat Berobat lantaran Stigma

Cornelius Eko Susanto
06/3/2015 00:00
Pasien Congek Telat Berobat lantaran Stigma
(ANTARA/Saptono)
RATA-RATA pasien pengidap penyakit otitis media (OM) telah mengalami komplikasi saat memeriksakan penyakit mereka ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT).

Hal itu disebabkan stigma negatif publik yang menyebut penderita OM atau lebih dikenal dengan congek ialah penderita penyakit yang menjijikan dan memalukan.

''Sebutan congek sebaiknya jangan dipakai lagi. Itu hinaan. Imbasnya, penderita kerap menyembunyikan penyakit mereka dan baru berobat setelah infeksi semakin parah,'' ungkap dokter spesialis THT dari Rumah Sakit Khusus THT-Bedah KL Proklamasi, Zainul Djaafar, di Jakarta, kemarin (Kamis, 5/3/2015).

Congek terjadi karena komplikasi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), karena pengobatan yang terlambat dan tidak adekuat atau virulensi kuman tinggi dan kerap disertai daya tahan tubuh yang rendah.

Lebih jauh ia menjelaskan survei terbaru terkait gangguan pendengaran akibat OM memang belum ada.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam survei pada 1994-1996 di tujuh provinsi menyebutkan sekitar 6,5 juta (3,1%) penduduk Indonesia menderita congek.

Sayangnya, dari jumlah tersebut, lanjut Zainul, hanya sekitar 25% yang datang untuk berobat. Selain minder lantaran stigma, kemiskinan juga menjadi penyebab rendahnya penderita congek berobat. Di sisi lain, penyakit itu kerap terjadi pada anak-anak yang tinggal di permukiman padat dan sanitasi kurang baik.

Bahkan, bila congek terjadi pada anak-anak umur 2-3 tahun, saat anak sedang belajar bicara, akan terjadi gangguan belajar bicara dan anak menjadi tunarungu (tuli dan bisu).

''Meskipun IQ anak tinggi, karena tidak dapat berkomunikasi, anak tersebut bisa menjadi bodoh lantaran tidak dapat belajar di sekolah-sekolah biasa,'' tambah dia.

Komplikasi congek lainnya, yakni bisa menyebabkan mulut mencong, radang otak dengan akibat kecacatan dan mati. Oleh karena itu, Zainul menyarankan agar mereka yang menderita OM atau congek segera memeriksakan penyakit mereka sedini mungkin.

''Jangan sampai terlambat hingga terjadi infeksi yang kian parah,'' pungkasnya.(Tlc/H-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya