Kiai dan Ulama bakal Gelar Zikir di Istana Negara

Intan Fauzi
13/7/2017 19:04
Kiai dan Ulama bakal Gelar Zikir di Istana Negara
(MI/Rommy Pujianto)

RAIS Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin mengatakan, kiai dan ulama melakukan upaya menjaga keutuhan bangsa dari kelompok radikal dan intoleran dengan berbagai cara, baik pranata kenegaraan, kemasyarakatan, dan keagamaan.

Salah satunya, PBNU membentuk Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) yang menjadi sarana menyatukan dan mengutuhkan seluruh komponen bangsa dalam rangka mengembalikan keutuhan bangsa seperti awal didirikannya.

"Kita bersukur punya tokoh seperti Bung Karno dengan kecerdasannya merumuskan Pancasila sehingga bisa menyatukan bangsa. Kita bersyukur punya tokoh bangsa kala itu, terutama ulama yang lapang dada menerima Pancasila sebagai dasar negara," kata Ma'ruf di acara Halaqah Nasional Alim Ulama se-Indonesia di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (13/7).

Ma'ruf mengungkapkan, kegiatan MDHW akan diisi upaya-upaya yang sifatnya lahiriah dan batiniah. Upaya lahiriah dilakukan melalui dialog kebangsaan atau halaqah nasional.

"Mencari solusi kebangsaan untuk mengatasi berbagai masalah," kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini.

Sementara itu, upaya batiniah dilakukan melalui zikir dan salat istigasah. Ia sekaligus menyampaikan kalau dalam waktu dekat akan dilaksanakan MDHW di Istana Negara.

"Majelis Dzikir nanti 1 Agustus, kalau hari ini deklarasi dan halaqah. 1 Agustus zikir nasional di Istana Negara, insya Allah," ungkapnya.

Sementara Ketua PBNU Said Aqil Siraj pun mengajak ulama yang hadir dalam Halaqah Nasional Alim Ulama untuk menghadiri acara itu. Said mengatakan, ia sudah mengajukan agenda itu langsung ke Presiden Joko Widodo.

"Di halaman Istana pada 1 Agustus nanti, sudah saya usulkan ke Presiden," ujar Said di kesempatan yang sama. (MTVN/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya