Unas Kirim Duta Budaya dan Kerja Sama ke Korsel

09/7/2017 15:06
Unas Kirim Duta Budaya dan Kerja Sama ke Korsel
(Ist)

UNIVERSITAS Nasional mengrimkan duta budaya dan kerja sama yang terdiri atas unsur mahasiswa dan dosen untuk mengikuti Daegu International Youth Camp 2017.

Acara yang berlangsung pada 2-7 Juli 2017 itu diikuti 91 peserta dari 15 negara, antara lain Rusia, Jepang, China, Italia, Afrika Tengah, Uzbekistan, dan Indonesia. Selain membawa misi kebudayaan, delegasi ini juga memiliki misi lain yaitu untuk meningkatkan kerja sama antara Unas dan universitas-univervsitas di Korsel.

Ketua Tim Delegasi, Dian Metha Ariyanti, mengatakan, kedatangan delegasi Unas ke Korsel atas undangan pihak Catholic University of Daegu sebagai penyelenggaran kegiatan Daegu International Youth Camp (DIYC) 2017. Ini merupakan tahun ketiga acara DIYC diselenggarakan oleh Catholic University of Daegu. Adapun kegiatan DIYC telah memasuki tahun keenam.

"Kami mengirimkan tiga mahasiswa, dari jurusan Bahasa Korea dan Biologi untuk mengikuti kegiatan ini. Bagi mahasiswa, kegiatan ini sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan, membuka cakrawala baru, dan mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kemandirian. Kegiatan ini juga sangat bagus untuk membuka jaringan dan menjalin pertemanan dengan mahasiswa-mahasiswa asing dari seluruh dunia," ungkapnya melalui keterangan tertulis, Minggu (9/7).

Selain itu, delegasi Unas juga memiliki misi kebudayaan dan kerja sama di Korsel. DIYC merupakan ajang yang bagus untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mata dunia. Selain memperkenalkan Indonesia dalam setiap interaksi dengan mahasiswa asing selama kegiatan yang berlangsung selama 5 hari, mahasiswa Indonesia juga menyuguhkan tarian tradisional asal Kalimantan dalam malam keakraban dan persahabatan yang menjadi acara pamungkas untuk menutup kegiatan DIYC 2017, pada Kamis (7/7).

Tampil dengan balutan baju tradisional Kalimantan, mahasiswa Unas yaitu Nabela Hanyvia Bersenica, Nurul Istiqomah, dan Ade Irma Yanti, memukau puluhan peserta Summer Camp tersebut. Tarian asal Kalimantan yang juga disebut Tari Burung itu turut diapresiasi oleh pihak penyelenggara dari Catholic University of Daegu dengan memberikan standing applause.

"Kami bangga bisa menampilkan kesenian tradisional Indonesia, di hadapan berbagai bangsa. Dengan program kerja sama antara Catholic University of Daegu dengan Universitas Nasional, kami jadi tambah pengalaman dan bertambah banyak teman dari seluruh dunia," ujar Nabela, salah satu mahasiswa Unas yang mengikuti program DIYC 2017.

DIYC 2017 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan seperti festival olahraga, kunjungan ke perusahaan antara lain Taegu Tec, VRC Futuristik, serta tur medical tourism dan merasakan Korean experience seperti bermain alat musik tradisional, berlatih taekwondo, dan belajar tarian K-Pop.

Dalam kunjungan ke perusahaan, seluruh peserta diajak untuk mengunjungi pabrik Taegu Tec yang bergerak di bidang pembuatan cutting tool atau alat potong yang banyak digunakan di berbagai industri, seperti perkapalan, pesawat terbang, minyak dan gas bumi, serta otomotif.

Sedangkan kunjungan perusahaan ke VCR Futuristic memberikan pengalaman mahasiswa akan kecanggihan teknologi terkini di bidang media. Mereka pun dapat mencoba berbagai perangkat tiga dimensi dengan teknologi augmented reality maupun virtual reality.

Selain mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti DIYC, Unas juga mengirimkan dosen yaitu Agung Iswadi dari Fakultas Teknik dan Sains untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Teknik di Catholic University of Daegu dan Hankuk University of Foreign Studies Korsel. Unas sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan kedua universitas tersebut. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya