Olimpiade Sains Perkuat Persatuan dan Kebinekaan

Syarief Oebaidillah
03/7/2017 19:03
Olimpiade Sains Perkuat Persatuan dan Kebinekaan
(Ist)

PERHELATAN sains pelajar terbesar di Tanah Air, Olimpiade Sains Nasional (OSN) diharapkan mampu membentuk karakter siswa juga menjadi momentum menguatkan persatuan dan kebinekaan.

"Pintar saja tidak cukup, siswa harus berkarakter, jujur, sportif, dan siap mental juara. Terpenting pula OSN merawat anak berbakat berpacu pada prestasi lebih tinggi. Lebih dari itu, OSN menjalin persahabatan sesama anak bangsa, memperkuat persatuan dan kebinnekaan," papar Ketua Panitia OSN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017, Suharlan, saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/7).

Ia menambahkan, dengan kepesertaan OSN yang berasal dari 34 provinsi, kegiatan itu diharapkan pula dapat mempererat persaudaraan, menghargai dan memahaminya perbedaan.

"Jadi, OSN turut memperkuat praktik penguatan pendidikan karakter yang sedang digalang Kemendikdud," tegasnya.

OSN ke-16 yang digelar di Pekanbaru, Riau, 2-8 Juli 2017 telah dibuka Mendikdbud Muhadjir Effendi, Senin (3/7). Adapun peserta terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA negeri dan swasta, termasuk Madrasah tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah yang terpilih berdasarkan hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Keseluruhan peserta berjumlah 1.280 siswa, terdiri atas tingkat SD/MI sebanyak 204 siswa, SMP/MTs 396 Siswa, dan SMA/MA 680 siswa. B ila ditambah dengan pendamping, pembina, juri, asisten juri, panitia pusat, dan panitia daerah, jumlah keseluruhan partisipan OSN tahun ini sebanyak 2.024 orang.

Para peserta akan berlaga dalam 11 bidang lomba yaitu Matematika, IPA, IPS, Informatika/Komputer, Fisika, Kimia, Biologi, Kebumian, Geografi, Astronomi, dan Ekonomi, dengan memperebutkan 420 medali yakni 70 medali emas, 140 medali perak, dan 210 medali perunggu. Para juara akan mendapatkan medali, uang pembinaan, dan piagam penghargaan serta akan dinominasikan untuk diikutsertakan pada olimpiade tingkat internasional.

Sementara itu, pada sambutan pembukaan, Mendikbud menegaskan bahwa OSN dapat menjadi ajang penguatan pendidikan karakter.

"Sains atau ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Kompetisi sains seperti OSN diyakini dapat menguatkan karakter peserta didik. Kerja keras, tekun, teliti, dan jujur menjadi keniscayaan jika ingin menjadi ilmuwan hebat," kata Muhadjir dalam pidato pembukaan OSN 2017 di GOR Pemuda Pekanbaru.

Mendikbud berharap, prestasi yang akan lahir di kompetisi ini dipersembahkan untuk kemajuan bangsa. Bukan kebanggaan semata karena berhasil mengalahkan lawan, tetapi OSN akan menjadi wadah penyatu segala perbedaan dan menjadi pijakan dalam meraih prestasi gemilang bersama.

"Jadikan OSN ini sebagai arena memacu dan mendorong sesama teman yang datang dari berbagai daerah untuk lebih mempererat wawasan kebangsaan dalam bingkai NKRI," tegasnya.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengatakan, penyelenggaraan OSN juga dilakukan dalam rangka pembinaan dan pengembangan bakat, minat, dan prestasi peserta didik dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Diselenggarakannya OSN juga bertujuan untuk membina karakter peserta didik agar berintegritas, jujur, pekerja keras, menghargai prestasi, tangguh, dan cinta Tanah Air," pungkas Hamid. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya