Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA meninggalnya dokter anastesi Stefanus Taofik ketika tengah berjaga di RSPI, Bintaro Jaya, menarik perhatian masyarakat. Panjangnya jam kerja dokter yang berjaga dianggap sebagai hal yang tidak seharusnya diabaikan. Dokter tidak boleh memaksakan diri untuk berjaga, demi keselamatan pasien dan dirinya sendiri.
“Pada saat libur panjang seperti ini, memang ada teman-teman yang membantu teman dokter lain untuk bertugas jaga di RS. Kadang kala karena keterbatasan tenaga dokter saat libur panjang, jam jaga atau jam stand by dokter bisa menjadi lebih panjang,” ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Ari Fahrial Syam, saat dihubungi, Rabu (28/6).
Ari mengatakan, kelelahan bisa terjadi jika saat jaga tersebut jumlah pasien dan kasus yang ditangani cukup banyak. Kelelahan bisa menjadi pencetus gangguan kesehatan yang memang ada, walau belum terdeteksi sebelumnya. Hal yang terjadi pada dokter Stefanus dapat menjadi pelajaran buat kalangan dokter lainnya.
“Untuk kasus mendiang dokter Stefanus, ia adalah dokter anastesi yang bekerja saat ada operasi setelah itu bisa istirahat. Kalau misal jumlah operasi hanya 1 pasien dan dokter dapat beristirahat setelah itu bisa saja dokter lanjut jaga tergantung dengan kondisi di lapangan,” ujar Ari.
Dijelaskan Ari, secara umum jika jaga di IGD dokter harus stand by di ruang emergency mulai jam mulai dari jam 15.00 berakhir jam 07.00. Namun, kondisi dapat berubah-ubah sesuai kebijakan RS atau hal lain, seperti musim libur yang tengah berlangsung saat ini.
“Saya rasa RS punya sistem yang baik agar dokter jaga tetap dalam kondisi fit karena keselamatan pasien tetap yang utama atau patient safety,” ujar Ari.
Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dari Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) RSCM, Yamin SpJP(K), mengatakan, mendiang dokter Stefanus meninggal diduga akibat Brugada syndrome. Brugada Syndrome (BS) adalah kelainan genetik pada kanal ion sodium dan kerap terjadi pada ras Indocina. Penderita BS berisiko mengalami sudden cardiac death ( SCD) terutama saat tidur di pagi hari karena gangguan irama jantung dan kerap ditandai dengan rasa jantung berdebar atau tidak nyaman di dada kiri.
Sebelumnya, dalam pernyatan resminya, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia mengatakan, saat meninggal dunia, mendiang dokter Stefanus sedang melakukan pekerjaan sebagai dokter anestesi di RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, bukan dalam tugasnya sebagai peserta didik. Pada saat ditemukan tidak berdaya, almarhum sedang bertugas jaga 24 jam, tetapi dengan kondisi satu pasien di ICU dan telah pindah ke ruangan serta hanya satu pasien di kamar operasi.
Ia meminta pertukaran hari jaga dengan rekannya sehingga memungkinkannya untuk jaga 2 x 24 jam dan libur setelahnya. Selain bertugas di RS Pondok Indah, ia juga bertugas sebagai fellow KIC di RSUPN Cipto Mangunkusumo dan dokter jaga di RS Jantung Diagram, Cinere. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved