Kunjungi Reaktor Nuklir, Siapa Takut?

05/3/2015 00:00
Kunjungi Reaktor Nuklir, Siapa Takut?
(MI/Usman Kansong)
ROMBONGAN dari Indonesia tiba di Kyushu Electric Power, sebuah perusahaan listrik tenaga nuklir (PLTN) di Ginkai, Kyushu, Jepang. Setelah mendapat penjelasan tentang operasi PLTN, rombongan lalu memasuki reaktor nuklir.

Tentu sebelum ke sana, mereka harus memakai perlengkapan keselamatan seperti helm, jaket, sepatu khusus dengan kaus kaki, serta sarung tangan.

Guna mendeteksi radioaktif, para pengunjung pun harus melewati semacam pintu khusus.

Dari sana, rombongan lalu mengunjungi PLTN Tokai di Iberaki yang dioperasikan Japan Power Company.

Mereka yang berasal dari Kementerian ESDM, BPPT, Batan, Dewan Energi Nasional, universitas, dan media itu juga mesti menggunakan perlengkapan keselamatan, seperti di PLTN Kyushu.

PLTN Kyushu dan Tokai memang tak sedang beroperasi. Setelah gempa dan tsunami menerjang Jepang yang merusakkan PLTN Fukushima Daiichi, pemerintah Jepang dan Otoritas Nuklir di sana menghentikan operasi semua PLTN.

Jepang mengharuskan semua PLTN memperbaiki sistem keselamatan untuk mencegah kejadian Fukushima terulang.

Namun, saat PLTN-PLTN itu beroperasi pun, masyarakat sekitar diizinkan mengunjungi mereka.

Di PLTN Kyushu, misalnya, pengunjung bisa memasuki areal yang amat dekat dengan reaktor.

Mereka bisa berfoto-foto dengan latar belakang bangunan reaktor berbentuk seperti kubah.

"Namun, setelah serangan di WTC pada 11 September 2001, masyarakat dilarang mencapai kawasan itu," ujar Deputi General Manager Environment and Public Relations PLTN Kyushu Kazunori Miyama.

Di PLTN Tokai, pengunjung, termasuk anak-anak, bahkan boleh masuk hingga ruang tempat turbin dan generator berada.

Di salah satu bagian ruang itu terpampang deretan gambar kartun Jepang yang menunjukkan anak-anak pun diperbolehkan ke sana.

"Namun, setelah serangan WTC, pemerintah dan polisi meminta kami tidak mengizinkan pengunjung masuk sampai sejauh itu lagi untuk mencegah kemungkinan teror," ujar salah satu manajer PLTN Tokai Keiichi Seki.

Kendati begitu, semua PLTN di Jepang hingga kini punya taman bermain, perpustakaan, dan kafe yang bisa dikunjungi masyarakat sekitar.

Bahkan salah satu PLTN di Onagawa jadi tempat pengungsian saat bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang pada 2011.

Padahal, lokasi sekitar bisa dikatakan luluh lantak dan terisolasi.

Herannya, PLTN Onagawa tidak mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami itu seperti ditulis wartawan Sains Wako Tojima dalam laporannya How Onagawa Responded at the Time?

Ia menulis 364 warga mengungsi dan tinggal di sana selama tiga bulan.

Jadi, siapa masih takut dengan PLTN?



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya