Perawatan Luka Moderen Dengan Teknologi Inovatif TLC
MI/Bay
03/3/2015 00:00
(Istimewa)
Perawatan luka mungkin telah menjadi hal rutin yang dilakukan masyarakat awam maupun para pekerja medis di berbagai klinik dan rumah sakit. Dalam kaitan ini,dokter spesialis luka yang telah mendapatkan sertifikasi dari America Board of Wound Management dr. Adisaputra Ramadhinara,mengingatkan kendati luka dekat dengan keseharian kita namun merawat luka bukanlah hal yang sepele. Perawatan luka yang salah bukan hanya mengakibatkan waktu penyembuhan yang lambat namun bisa memperparah luka.
Luka yang tak terawat dengan baik dapat terkontaminasi mikroba, mengalami infeksi lokal dan meluas menjadi infeksi sistemik bahkan bisa berakibat fatal bagi pasien. Kondisi ini, tentu akan membuat penderitaan pasien berkepanjangan dan tidak nyaman. Adisaputra mengatakan tujuan perawatan luka untuk menghentikan pendarahan, mencegah infeksi, menilai kerusakan yang terjadi pada struktur yang terkena dan untuk menyembuhkan luka. " Setiap luka memiliki manajemen perawatan yang berbeda-beda, perawatan luka tergores berbeda dengan perawatan luka terbakar atau luka kronis,"kata Adisaputra pada diskusi kesehatan melalui rilis kepada pers di Jakarta,kemarin.
Dikatakan saat ini, metode perawatan luka telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dan kemajuan di bidang teknologi menjadi salah satu pendorong utama hadirnya produk perawatan luka yang lebih baik. Dari catatan Asia Pacific Wound Care Congress (APWCC) menyebutkan hingga tahun 2012, di Indonesia setidaknya baru ada 25 rumah sakit, khususnya di Pulau Jawa yang telah menerapkan manajemen perawatan luka modern. Jumlah ini tentu saja sangat kecil karena hanya mewakili sekitar 2,4% dari total 1012 rumah sakit yang ada di seluruh negeri ini. Itu sebabnya, pihak APWCC yang merupakan aktivitas para tim medis tergerak untuk terus menginformasikan metode perawatan luka ke seluruh wilayah Asia Pasifik hingga metode modern ini menjadi standar.
Sementara itu,dari Riset Mahakam Beta Farma (MBF) pada 638 responden di Jakarta tahun 2014 menunjukkan 56% responden mengharapkan adanya dressing baru yang lebih baik dari yang ada di pasaran saat ini. Sebab, 66% responden dalam riset ini menyatakan dressing saat ini di pasaran menimbulkan rasa sakit saat penggantian, nempel (melekat) di areal luka serta menyebabkan trauma pada luka yang baru sembuh. Berbeda dengan metode perawatan luka konvensional, maka metode perawatan luka moderen menciptakan lingkungan yang lembab dengan menggunakan moderen dressing seperti hydrokoloid. Perwakilan Urgo Medical, Mr. Paul Argant, salah satu moderen dressing yang mulai diperkenalkan di pasar kesehatan dunia termasuk di Indonesia adalah dressing UrgoTul yang diproduksi Urgo Medical. Dressing UrgoTul ini dikembangkan dengan menggunakan Technology Lipido-Colloid (TLC) yang hak patennya dimiliki Urgo Medical.
Dressing berteknologi paling inovatif TLC, UrgoTul merupakan dressing yang dibuat dari jaring polyester non oklusif yang disusun dari partikel hyhdrocolloid dan lipophylic untuk memberi banyak manfaat dalam proses penyembuhan luka. Beberapa keunggulan yang ditawarkan produk dressing UrgoTul ini adalah menciptakan proses penyembuhan dengan cara membuat lingkungan lembab di sekitar luka. UrgoTul yang berteknologi inovatif TLC ini terbukti mampu menjaga kelembaban hingga 80% setelah 24 jam menempel pada luka. Dibandingkan dressing lain yang ada di pasar yang hanya mampu menjaga tingkat kelembaban sebesar 20% saja. Sehingga dressing berteknologi inovatif TLC ini bisa dapat digunakan selama empat hari sebelum proses penggantian. Dampaknya adalah, dressing UrgoTul dapat mengurangi frekuensi penggantian dressing sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Selain itu, dressing UrgoTul pun tidak menimbulkan rasa sakit saat penggantian.
dr. Martin Kristiandi, Sales & Marketing Director PT Mahakam Beta Farma mengemukakan hasil riset yang dilakukan pada 585 responden setelah penggunaan produk UrgoTul menunjukkan 73% mengaku puas setelah menggunakan dressing berteknologi inovatif TLC. Sebanyak 98% mengatakan produk ini tidak menimbulkan sakit saat penggantian dan 94% mengakui produk ini tidak melekat pada luka. Tak heran kalau 99% responden mengaku tidak mengalami trauma pada luka yang baru sembuh. “Saya telah mencoba dressing UrgoTul untuk menyembuhkan luka pasca operasi. Hasilnya sungguh luar biasa, saya tidak merasa sakit saat dressing diganti dan proses penyembuhan pun terbukti lebih cepat,†ungkap Goni Rahmadi (63 Tahun), salah satu pasien yang telah menggunakan produk UrgoTul. Saat ini, produk dressing UrgoTul yang tersedia di Indonesia ada tiga yaitu UrgoTul untuk luka tidak terinfeksi, UrgoTul Ag untuk mencegah infeksi luka kronik atau akut dan UrgoTul SSD yang akan membantu mempercepat proses penutupan pada luka bakar. Produk ini dapat ditemukan di berbagai apotik terkemuka di Indonesia. Selanjutnya, dr. Martin Kristiandi menyatakan pihaknya berharap produk ini dapat diterima masyarakat awam dan pekerja medis serta paramedis di Indonesia. Sehingga ke depan, manajemen perawatan luka modern dapat menjadi standar umum yang digunakan di Indonesia.