Ringo Starr Merilis 'Long Long Road', Perjalanan Nostalgia dan Cinta Sang Legenda Beatles

Thalatie K Yani
29/4/2026 09:47
Ringo Starr Merilis 'Long Long Road', Perjalanan Nostalgia dan Cinta Sang Legenda Beatles
Ringo Starr kembali dengan album ke-22 bertajuk 'Long Long Road'. Simak kisah di balik kolaborasinya dengan T Bone Burnett dan pesan perdamaian yang tak pernah padam.(Instagram)

DI usianya yang hampir menginjak 86 tahun, sang drummer legendaris The Beatles, Ringo Starr, membuktikan kreativitasnya tidak mengenal batas. Melalui album studio ke-22 miliknya yang bertajuk Long Long Road, Ringo mengajak pendengar menyusuri jalan panjang kariernya yang penuh warna melalui sentuhan musik Country dan Americana.

Album yang dirilis pada akhir April 2026 ini merupakan kolaborasi keduanya dengan produser pemenang Grammy, T Bone Burnett. Kerja sama ini bermula dari kesuksesan album Look Up pada tahun sebelumnya. Ringo merasa kemistri antara dirinya dan Burnett adalah sesuatu yang istimewa.

"Kadang saya merasa telah mengambil langkah yang tepat, dan salah satunya adalah bekerja sama dengan T Bone," ujar Ringo dalam sebuah wawancara eksklusif. "Saya menamakan album ini Long Long Road karena memang saya telah menempuh perjalanan yang sangat panjang."

Sentuhan Nostalgia dan Penghormatan bagi Masa Lalu

Bagi para penggemar setia The Beatles, album ini menawarkan momen nostalgia yang manis. Ringo kembali membawakan lagu karya idolanya, Carl Perkins, lewat lagu "I Don't See Me In Your Eyes Anymore". Keputusan ini diambil karena ia ingin menghidupkan kembali memori saat dirinya merekam dua lagu Perkins bersama The Beatles di masa awal karier mereka.

"Saya merekam dua lagu Carl Perkins bersama The Beatles, dan T Bone serta saya sama-sama ingin ada satu lagunya di album ini," jelas musisi bernama asli Richard Starkey tersebut. "Lalu ia menemukan trek indah yang belum pernah saya dengar sebelumnya ini."

Tidak hanya soal lagu, kerinduan akan masa lalu juga terpancar dari sampul albumnya. Ringo tampak mengenakan kemeja ikonik yang pernah ia pakai pada era White Album (1968-1969), sebuah simbol kuat bahwa ia tetap menghargai akarnya meski terus melangkah maju.

Kolaborasi Lintas Generasi

Meski kental dengan nuansa retro, Long Long Road tetap terasa segar berkat keterlibatan musisi-musisi muda berbakat Nashville seperti Billy Strings, Molly Tuttle, dan Sarah Jarosz. Nama-nama besar seperti Sheryl Crow dan St. Vincent juga turut menyumbangkan suara mereka, menciptakan harmoni yang menyentuh hati.

Di balik melodi country yang hangat, pesan yang disampaikan Ringo tetap konsisten: cinta dan perdamaian. Melalui lagu-lagu seperti "Choose Love" dan "It's Been Too Long", ia kembali menyebarkan filosofi hidupnya yang telah mendunia.

Bagi Ringo, musik bukan sekadar pekerjaan, melainkan caranya untuk terus terhubung dengan dunia. "Saya hanya ingin terus membuat musik, menghibur orang-orang, dan menyebarkan pesan perdamaian serta cinta di dunia yang tengah sulit ini," pungkasnya.

Dengan durasi yang ringkas namun penuh makna, Long Long Road bukan sekadar album biasa. Ini adalah sebuah surat cinta dari seorang legenda yang masih memiliki banyak cerita untuk dibagikan di sepanjang jalan panjang yang ia tempuh. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya