Putri Ayudya Unjuk Kemampuan Monolog di Pementasan ‘Dapur, Sumur, Tutur’

Rifaldi Putra Irianto
28/4/2026 13:19
Putri Ayudya Unjuk Kemampuan Monolog di Pementasan ‘Dapur, Sumur, Tutur’
Putri Ayudya mempersembahkan kemampuan bermonolog(MI/Rifaldi Putra Irianto)

AKTRIS Putri Ayudya telah dikenal dengan penampilannya yang menawan dalam berbagai judul film Tanah Air. Perempuan berusia 37 tahun tersebut telah banyak menghibur sinefil Indonesia di layar lebar, termasuk melalui film Mudik (2020) yang mengantarkannya meraih nominasi di Festival Film Indonesia.

Penampilan berbeda ditunjukkan Putri dalam sebuah pertunjukan yang diinisiasi oleh Galeri Indonesia Kaya. Perempuan kelahiran Jakarta itu tampil dalam pementasan tunggal (one woman show) berjudul Dapur, Sumur, Tutur. Berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (25/4).

“Judul Dapur Sumur Tutur menggambarkan perubahan peran perempuan, dari yang semula terbatas di ranah domestik menjadi ruang bertutur dan menyuarakan pengalaman,” kata Putri dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (26/4).

Pementasan monolog yang diproduseri oleh Nosa Nurmanda dan disutradarai oleh Ben Bening ini, menyoroti dinamika perempuan lintas generasi di tengah perubahan nilai dan tradisi. Putri ditantang memerankan tiga karakter wanita lintas generasi yakni sebagai YangTi, Ibu dan Mbak.

Selama kurang lebih satu jam, penikmat seni diajak menyelami kisah tiga generasi perempuan Jawa dalam satu keluarga yang hadir dalam momen sakral peringatan seribu hari wafatnya Eyang Kakung. Menghadirkan dialog batin tentang tradisi, relasi keluarga, serta pengalaman yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Kisah ini berangkat dari kegelisahan sebagai perempuan Jawa generasi milenial. Sebagian materi berasal dari pengalaman pribadi kami dan sebagian lainnya dari riset tentang perempuan Jawa, generational trauma, serta proses reparenting,” jelas Putri.

Penampilan Putri semakin memukau tidak hanya melalui kekuatan aktingnya, tetapi juga didukung oleh elemen artistik seperti lagu latar dan efek suara yang dikomposisikan oleh Taufan Iskandar. Keseluruhan elemen ini dirancang untuk memperkuat atmosfer pementasan dan membantu penonton menyelami emosi serta dinamika antar generasi yang dihadirkan dalam karya ini. 

Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, menyatakan pementasan ini sejalan dengan komitmen Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan karya seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Melalui cerita yang personal dan pendekatan artistik yang kuat, kami berharap pertunjukan ini dapat membuka ruang refleksi bagi penikmat seni tentang dinamika keluarga, peran perempuan, serta perubahan nilai budaya yang terus berlangsung,” tutur Renitasari. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya