Terlibat Konflik dengan Justin Baldoni, Blake Lively Rugi Rp1,1 Triliun

Reynaldi Andrian Pamungkas
24/4/2026 17:45
Terlibat Konflik dengan Justin Baldoni, Blake Lively Rugi Rp1,1 Triliun
Blake Lively(Charly TRIBALLEAU / AFP)

INDUSTRI hiburan Hollywood tengah diguncang oleh kabar kerugian finansial fantastis yang dialami aktris papan atas Blake Lively. Istri dari Ryan Reynolds ini dikabarkan mengalami kerugian hingga mencapai 70 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,1 Triliun (asumsi kurs Mata Uang Rupiah saat ini) akibat dampak domino dari konfliknya dengan sutradara sekaligus lawan mainnya, Justin Baldoni.

Perseteruan yang bermula di lokasi syuting film It Ends With Us ini tidak hanya merusak citra publik sang aktris, tetapi juga mengancam keberlanjutan waralaba film yang diadaptasi dari novel populer karya Colleen Hoover tersebut.

Akar Konflik: Perbedaan Visi dan Ketegangan di Lokasi Syuting

Konflik antara Blake Lively dan Justin Baldoni mulai terendus publik saat keduanya tidak pernah terlihat bersama selama rangkaian promosi film. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber industri, ketegangan dipicu oleh perbedaan visi kreatif dalam menggarap isu sensitif mengenai kekerasan domestik yang menjadi tema utama film.

Beberapa poin utama yang memicu keretakan hubungan mereka antara lain:

  • Kontrol Kreatif: Blake Lively dikabarkan mengambil alih proses penyuntingan akhir (final cut) film tanpa persetujuan penuh dari Baldoni sebagai sutradara.
  • Pendekatan Promosi: Lively dikritik karena mempromosikan film ini dengan nada yang dianggap terlalu "ceria" dan fokus pada gaya hidup (seperti lini perawatan rambutnya), sementara Baldoni lebih menekankan pada pesan advokasi bagi korban kekerasan.
  • Keterlibatan Ryan Reynolds: Masuknya Ryan Reynolds dalam penulisan naskah di luar kontrak resmi disebut-sebut membuat Baldoni merasa terpinggirkan di proyeknya sendiri.

Hingga saat ini, pihak manajemen Blake Lively maupun Justin Baldoni belum memberikan pernyataan resmi terkait angka kerugian spesifik. Namun, nilai Rp1,1 Triliun tersebut merupakan akumulasi dari potensi hilangnya kontrak brand endorsement, penurunan nilai pasar sang aktris, serta pembatalan proyek sekuel It Starts With Us yang kini terancam batal diproduksi.

Dampak Finansial dan Sentimen Publik

Kerugian besar dalam Mata Uang Rupiah ini mencerminkan betapa mahalnya harga sebuah reputasi di era digital. Netizen di media sosial, termasuk di Indonesia, mulai menyuarakan kekecewaan terhadap sikap Lively yang dianggap "tone-deaf" terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dampaknya, beberapa kerja sama komersial yang sedang dijajaki oleh Lively dilaporkan tertunda atau dibatalkan. Selain itu, performa box office film yang awalnya diprediksi akan memecahkan rekor, kini dibayangi oleh boikot dari sebagian penggemar novel aslinya yang merasa visi cerita telah melenceng.

Masa Depan Waralaba 'It Ends With Us'

Dengan adanya konflik terbuka ini, masa depan sekuel film tersebut berada di ujung tanduk. Justin Baldoni, melalui perusahaannya Wayfarer Studios, memegang hak opsi untuk penyutradaraan sekuel. Di sisi lain, sulit membayangkan film tersebut berlanjut tanpa kehadiran Blake Lively sebagai pemeran utama.

Situasi ini menjadi pelajaran berharga bagi industri perfilman mengenai pentingnya sinergi antara visi artistik sutradara dan pengaruh besar bintang utama dalam menjaga stabilitas finansial sebuah proyek besar. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya