Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI hiburan Hollywood tengah diguncang oleh kabar kerugian finansial fantastis yang dialami aktris papan atas Blake Lively. Istri dari Ryan Reynolds ini dikabarkan mengalami kerugian hingga mencapai 70 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,1 Triliun (asumsi kurs Mata Uang Rupiah saat ini) akibat dampak domino dari konfliknya dengan sutradara sekaligus lawan mainnya, Justin Baldoni.
Perseteruan yang bermula di lokasi syuting film It Ends With Us ini tidak hanya merusak citra publik sang aktris, tetapi juga mengancam keberlanjutan waralaba film yang diadaptasi dari novel populer karya Colleen Hoover tersebut.
Konflik antara Blake Lively dan Justin Baldoni mulai terendus publik saat keduanya tidak pernah terlihat bersama selama rangkaian promosi film. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber industri, ketegangan dipicu oleh perbedaan visi kreatif dalam menggarap isu sensitif mengenai kekerasan domestik yang menjadi tema utama film.
Beberapa poin utama yang memicu keretakan hubungan mereka antara lain:
Hingga saat ini, pihak manajemen Blake Lively maupun Justin Baldoni belum memberikan pernyataan resmi terkait angka kerugian spesifik. Namun, nilai Rp1,1 Triliun tersebut merupakan akumulasi dari potensi hilangnya kontrak brand endorsement, penurunan nilai pasar sang aktris, serta pembatalan proyek sekuel It Starts With Us yang kini terancam batal diproduksi.
Kerugian besar dalam Mata Uang Rupiah ini mencerminkan betapa mahalnya harga sebuah reputasi di era digital. Netizen di media sosial, termasuk di Indonesia, mulai menyuarakan kekecewaan terhadap sikap Lively yang dianggap "tone-deaf" terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dampaknya, beberapa kerja sama komersial yang sedang dijajaki oleh Lively dilaporkan tertunda atau dibatalkan. Selain itu, performa box office film yang awalnya diprediksi akan memecahkan rekor, kini dibayangi oleh boikot dari sebagian penggemar novel aslinya yang merasa visi cerita telah melenceng.
Dengan adanya konflik terbuka ini, masa depan sekuel film tersebut berada di ujung tanduk. Justin Baldoni, melalui perusahaannya Wayfarer Studios, memegang hak opsi untuk penyutradaraan sekuel. Di sisi lain, sulit membayangkan film tersebut berlanjut tanpa kehadiran Blake Lively sebagai pemeran utama.
Situasi ini menjadi pelajaran berharga bagi industri perfilman mengenai pentingnya sinergi antara visi artistik sutradara dan pengaruh besar bintang utama dalam menjaga stabilitas finansial sebuah proyek besar. (Z-4)
Ryan Reynolds bela Blake Lively dalam sengketa hukum It Ends With Us. Pesan singkat terungkap, sebut Justin Baldoni penipu predator.
Dokumen pengadilan mengungkap petinggi Sony Pictures sebut karier Blake Lively "berakhir" akibat kontroversi film It Ends With Us.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved