Lee Cronin’s The Mummy’ Picu Pro dan Kontra, Visual Dipuji tapi Cerita Dikritik

Intan Safitri
24/4/2026 13:49
Lee Cronin’s The Mummy’ Picu Pro dan Kontra, Visual Dipuji tapi Cerita Dikritik
Meski unggul secara visual, Lee Cronin’s The Mummy mendapatkan catatan kritis pada sisi penulisan skenario.(Sumber: Variety)

FILM horor terbaru Lee Cronin’s The Mummy resmi dirilis secara global pada 17 April 2026 dan langsung memicu beragam respons dari kritikus. Karya garapan Lee Cronin ini menonjolkan kekuatan visual dan efek praktis, namun menuai kritik pada aspek narasi yang dianggap kurang segar.

Kritikus dari Variety, Guy Lodge, menilai film ini berani mengeksplorasi unsur gore dengan intensitas tinggi. Ia menggambarkan film tersebut sebagai pengalaman horor yang penuh darah dengan desain suara yang agresif. Meski demikian, performa para aktor tetap mendapat apresiasi di tengah adegan ekstrem.

Hal senada disampaikan oleh Mashable melalui Belen Edwards. Ia memuji penggunaan efek praktis yang detail, terutama pada elemen fisik seperti kuku dan gigi. Gaya khas Cronin yang sebelumnya terlihat dalam Evil Dead Rise juga kembali muncul, termasuk penggunaan karakter anak untuk membangun suasana mencekam.

Kritik pada Orisinalitas Cerita

Di balik kekuatan visualnya, film ini mendapat sorotan pada sisi skenario. Mashable menilai alur cerita terlalu mengikuti formula lama film horor bertema kesurupan yang populer sejak era The Exorcist. Akibatnya, durasi film yang mencapai 133 menit dianggap terasa panjang dan kurang menggugah bagi sebagian penonton.

Sementara itu, High On Films mencatat bahwa penyematan nama sutradara dalam judul film merupakan strategi untuk membedakan karya ini dari versi klasik The Mummy. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menutupi kelemahan dalam pendalaman karakter.

Ulasan berbeda datang dari Nightmare on Film Street yang mengapresiasi perubahan konsep monster. Dalam versi ini, mumi tidak lagi digambarkan sebagai mayat Mesir kuno, melainkan sosok anak yang diculik, menghadirkan nuansa body horror yang lebih personal dan mengganggu.

Skor Tengah di Platform Agregator

Secara keseluruhan, penilaian di platform seperti Rotten Tomatoes dan Metacritic berada di kisaran 46%. Angka ini menempatkan film tersebut di posisi tengah: memuaskan bagi penggemar horor intens, namun kurang kuat bagi penonton yang mengharapkan kedalaman cerita. (Sumber: Variety, Mashable, Nightmare on Film Street, High On Films)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya