Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR laga internasional sekaligus ahli bela diri, Iko Uwais, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya bangsa. Melalui film terbaru bertajuk Ikatan Darah, Iko yang bertindak sebagai produser eksekutif ingin memperkenalkan lebih dalam kekayaan seni bela diri pencak silat kepada masyarakat luas.
Dalam konferensi pers dan pemutaran khusus yang digelar di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu (22/4), Iko menegaskan bahwa film ini bukan sekadar tontonan aksi biasa. Ikatan Darah dirancang untuk mengangkat nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap gerakan silat tradisional Indonesia.
"Pencak silat itu sangat kaya. Setiap perguruan punya karakter berbeda. Bahkan dalam satu daerah saja bisa ada ratusan perguruan," ujar Iko.
Ia menambahkan bahwa keunikan silat terletak pada keberagaman alirannya yang memiliki ciri khas gerakan masing-masing, meski tetap berada di bawah satu payung besar pencak silat.
Melalui rumah produksi Uwais Pictures, Iko bertekad untuk konsisten menghadirkan karya layar lebar yang berakar pada identitas Indonesia. Dalam proyek kali ini, ia mempercayakan kursi sutradara kepada Sidharta Tata.
Pemilihan Tata bukan tanpa alasan. Iko mengaku terpikat dengan keberanian sang sutradara saat menggarap adegan laga dalam serial Pertaruhan.
"Dengan durasi syuting yang terbatas, adegan aksinya tetap kuat. Saya tertantang melihat bagaimana kalau ia menangani film layar lebar," ungkapnya.
Kesamaan visi dan chemistry yang kuat antara pemain dan kru menjadi kunci utama terwujudnya film ini sesuai rencana.
Ikatan Darah mengisahkan perjalanan Mega, seorang mantan atlet pencak silat yang terpaksa pensiun dini akibat cedera serius. Kehidupan tenangnya terusik ketika kakaknya, Bilal, terjerat utang besar dan terlibat dalam kasus pembunuhan. Mega pun harus kembali menggunakan keahlian bela dirinya saat mereka menjadi incaran kelompok kriminal berbahaya.
Meskipun tidak semua pemeran memiliki latar belakang bela diri, Iko memuji dedikasi para aktor dalam membawakan koreografi silat. Menurutnya, kemauan dan proses latihan yang keras menjadi faktor penentu keberhasilan mereka di depan kamera.
| Informasi Film | Detail |
|---|---|
| Judul Film | Ikatan Darah |
| Genre | Aksi / Laga |
| Sutradara | Sidharta Tata |
| Produser Eksekutif | Iko Uwais |
| Pemeran Utama | Livi Ciananta, Derby Romero, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana |
| Tanggal Rilis | 30 April 2026 |
Film Ikatan Darah dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April mendatang. Karya ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap seni bela diri asli nusantara. (Ant/Z-1)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Aktor sekaligus produser eksekutif, Iko Uwais, menekankan pentingnya mengalihkan energi agresivitas anak muda ke ranah kreatif.
Sebagian besar hasil penjualan tiket film garapan aktor sekaligus sutradara debutan, Iko Uwais, akan disumbangkan bagi korban bencana Sumatra.
FILM Timur mulai diputar serentak di bioskop Tanah Air sejak 18 Desember 2025. Karya ini menandai debut Iko Uwais sebagai sutradara
Film ini mengolah kisah nyata heroik dan patriotik ke dalam balutan action drama sinematik yang emosional, dengan fokus utama pada nilai persaudaraan anak bangsa dan kemanusiaan
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved