Dipha Barus Berkolaborasi dengan Hindia, Rilis Lagu Berjudul Nafas

Rifaldi Putra Irianto
23/4/2026 19:54
Dipha Barus Berkolaborasi dengan Hindia, Rilis Lagu Berjudul Nafas
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DIPHA Barus dan Hindia berkolaborasi menghadirkan sebuah karya musik baru berjudul 'Nafas'. Ini jadi karya kolaborasi pertama bagi kedua musisi, dijadwalkan rilis pada 24 April 2026.

Nafas, berangkat dari sesuatu yang dekat dengan keseharian manusia. Dari sana, lagu ini  berkembang menjadi refleksi tentang bagaimana manusia tetap melanjutkan hidup di tengah  pikiran yang terus bergerak di latar belakang.

"Kalau harus describe ‘Nafas’ dalam satu kalimat, itu lagu tentang daily struggle saja sebenarnya. Kayak melewati hal-hal kecil yang inconveniently mengganggu hidup, tapi tetap dijalani. Selalu ada hal-hal yang mengganggu, tapi tetap carry on saja. Struggle, tapi tetap lanjut,” kata Baskara (Hindia) dalam keterangan pers yang diterima Kamis (24/3).

Baskara menjelaskan, ide awal karya ini datang dari Dipha Barus yang sangat intuitif terhadap komposisi musiknya, sesuatu yang repetitif, bagai lingkar yang terus berulang. Kemudian Dipha mengumpan lagu ini kepada Baskara untuk kemudian menerjemahkan perasaan dari musik tersebut menjadi lirik. 

“Waktu pertama kali dengar demonya, yang terlintas justru rasa repetitifnya, seperti cadence berlari, seperti jogging atau maraton. Dari situ jadi terpikir untuk menulis sesuatu yang juga berulang, tentang keseharian, tentang siklus yang terus terjadi. Bahkan di hari yang terasa baik-baik saja, selalu ada sesuatu yang tetap muncul di belakang, sesuatu yang looming dan tidak pernah benar-benar hilang,” ujar Baskara.

Keputusan Dipha memilih Baskara sebagai teman duet pun bukan sembarangan, karena menurut Dipha, Baskara memiliki karakter suara yang unik baginya suara Baskara memiliki bobot yang sangat spesifik, intim, kayak orang lagi bercerita, bukan hanya menyanyi dalam arti performatif. 

"Tantangannya adalah menjaga suara itu tetap jadi pusat, kayak tuan rumah di dalam rumah yang gue bangun. Produksi di sekelilingnya boleh megah, bergerak cepat, tapi dia yang harus tetap jadi pusatnya," ujar Dipha.

Pada akhirnya, bagi Dipha 'Nafas' menjadi ruang yang tidak hanya merekam kegelisahan, tetapi juga  kesadaran yang terus berproses. " Lagu Nafas adalah titik di mana gue berhenti nge-rem diri sendiri soal ini. Bukan karena gue ?udah selesai memprosesnya, tapi justru karena gue belum selesai, dan diam bukan pilihan lagi.” tukasnya.  (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya