Patung Es Misterius di Toronto Ungkap Album Baru Drake, Damkar Turun Tangan

Thalatie K Yani
23/4/2026 11:00
Patung Es Misterius di Toronto Ungkap Album Baru Drake, Damkar Turun Tangan
Rapper Drake memicu kegemparan di pusat kota Toronto dengan menyembunyikan tanggal rilis album 'Iceman' di dalam balok es raksasa. (Instagram)

RAPPER papan atas Drake kembali mencuri perhatian dunia lewat cara yang tidak biasa untuk mengumumkan karya terbarunya. Pada Selasa, 21 April 2026, musisi berusia 39 tahun tersebut mendirikan struktur raksasa yang terbuat dari balok-balok es di pusat kota Toronto, sembari membocorkan di Instagram bahwa tanggal rilis album barunya tersembunyi di dalam es tersebut.

Aksi ini sontak membuat para penggemar memadati lokasi patung es tersebut di kawasan Bond Street dan Dundas Street East. Mereka berlomba-lomba mencari cara kreatif untuk mencairkan es lebih cepat guna mengungkap rahasia di dalamnya.

Strategi Promosi Unik dan 'Cameo' Alat Penata Rambut

Kegemparan ini tidak hanya menarik minat penggemar musik, tetapi juga figur publik lainnya. Penata rambut selebriti, Matthew Collins, turut serta dengan membawa alat unik: pengering rambut Supersonic berukuran travel terbaru dari Dyson.

"Saat berada di Toronto, saya harus melakukan bagian saya untuk membantu mencairkan balok es @champagnepapi yang akan mengungkap peluncuran albumnya," tulis Collins dalam unggahan videonya.

Menariknya, netizen di media sosial tampak sama antusiasnya terhadap peluncuran produk Dyson tersebut seperti halnya pengumuman album Drake yang akhirnya terungkap bertajuk "Iceman" dan dijadwalkan rilis pada 13 Mei.

Antara Seni, Hip-Hop, dan Komunitas

Program hiburan Kanada, Etalk, menggambarkan momen ini sebagai pertemuan antara seni dan budaya hip-hop yang berhasil menyatukan komunitas. Berbagai kejadian unik mewarnai proses pencairan es tersebut, mulai dari seorang remaja yang memenangkan mobil hingga seorang anak yang mencukur rambutnya di lokasi demi menandai momen bersejarah tersebut.

"Kita telah melihat linggis, kita telah melihat segalanya. Kita melihat seni bertemu hip-hop. Apa yang juga kita lihat adalah sebuah komunitas," ujar pembawa acara Tyrone Edwards.

Intervensi Pemadam Kebakaran Toronto

Namun, antusiasme yang berlebihan memicu kekhawatiran serius. Layanan Pemadam Kebakaran Toronto akhirnya harus turun tangan setelah melihat warga menggunakan cairan yang mudah terbakar dan api terbuka secara tidak terkendali untuk mencairkan es.

Kepala Pemadam Kebakaran, Jim Jessop, menegaskan keselamatan publik adalah prioritas utama, mengingat kerumunan massa yang besar di area parkir pribadi tersebut menciptakan kondisi yang tidak aman.

"Sejumlah besar individu berkumpul untuk mencoba mencairkan es menggunakan cairan yang mudah terbakar dan api terbuka di lingkungan yang tidak terkendali, yang mengakibatkan ancaman langsung terhadap nyawa," tulis Jessop dalam pernyataan resminya.

Pihak berwenang pun mengambil tindakan tegas di bawah Undang-Undang Perlindungan dan Pencegahan Kebakaran guna memitigasi risiko keamanan sebelum situasi semakin membahayakan publik. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya