Rihanna Jadi Musisi Perempuan Pertama Tembus 200 Juta Sertifikasi RIAA

Thalatie K Yani
16/4/2026 09:47
Rihanna Jadi Musisi Perempuan Pertama Tembus 200 Juta Sertifikasi RIAA
Meski 10 tahun tanpa album baru, Rihanna sukses cetak sejarah di industri musik. (AFP)

STATUS Rihanna sebagai ikon pop dunia kembali terukir dengan tinta emas. Per Rabu (15/04), penyanyi asal Barbados ini resmi menjadi musisi perempuan pertama dalam sejarah yang melampaui 200 juta sertifikasi unit untuk kategori singles dari Recording Industry Association of America (RIAA).

Pencapaian ini tergolong luar biasa mengingat Rihanna belum merilis album studio baru dalam satu dekade terakhir. Secara keseluruhan, penyanyi berusia 38 tahun ini menempati posisi ketiga dalam daftar sepanjang masa dengan total 200,5 juta unit. Ia berada di bawah Drake yang memimpin dengan 277,5 juta unit dan Morgan Wallen di posisi kedua dengan 215 juta unit.

Penantian Panjang yang Bermakna

Rihanna terakhir kali merilis album penuh bertajuk ANTI pada tahun 2016. Sejak saat itu, ia hanya merilis beberapa lagu pengisi film, seperti "Lift Me Up" untuk Black Panther: Wakanda Forever (2022) dan "Friends of Mine" untuk film Smurfs (2025).

Dalam wawancara dengan Harper’s Bazaar tahun lalu, Rihanna mengungkapkan alasannya belum juga menelurkan album kesembilan. Ia mengaku sangat selektif dan tidak ingin merilis karya yang biasa-biasa saja hanya demi tuntutan pasar.

"Tidak ada genre sekarang. Itulah mengapa saya menunggu. Setiap kali, saya merasa, ‘Bukan, ini bukan saya. Ini tidak tepat. Ini tidak sesuai dengan pertumbuhan saya. Ini tidak sesuai dengan evolusi saya. Saya tidak bisa melakukan ini. Saya tidak bisa mempertanggungjawabkan ini. Saya tidak bisa membawakan ini selama satu tahun saat tur’," ujarnya.

Ia menekankan bahwa waktu istirahat yang panjang dari musik harus sepadan dengan apa yang akan didengar penggemar nanti. "Ini harus berarti. Saya harus menunjukkan kepada mereka nilai dari penantian ini. Saya tidak bisa menyuguhkan sesuatu yang biasa-biasa saja," tegasnya. Rihanna juga membocorkan bahwa album barunya nanti akan berada di luar ekspektasi publik dan tidak dirancang untuk pasar komersial atau radio.

Insiden Penembakan di Beverly Hills

Di tengah pencapaian prestisiusnya, Rihanna sempat mengalami kejadian traumatis pada Maret lalu. Kediaman mewahnya di Beverly Hills menjadi sasaran penembakan senapan serbu jenis AR. Meski tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, seorang sumber menyebut bahwa Rihanna merasa sangat terguncang.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Ivanna Lisette Ortiz telah didakwa dengan sejumlah pasal berat, termasuk satu dakwaan percobaan pembunuhan dan sepuluh dakwaan penyerangan dengan senjata api semi-otomatis. Pada 25 Maret, pelaku diketahui telah mengajukan pembelaan atas kasus tersebut.

Hingga saat ini, para penggemar masih menantikan tanggal pasti kembalinya sang bintang ke panggung musik dunia dengan karya yang disebut-sebut akan mendobrak standar industri tersebut. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya