Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG penolakan besar-besaran datang dari para pekerja seni di Amerika Serikat terkait rencana merger raksasa antara studio film Paramount dan Warner Bros Discovery. Lebih dari 1.400 aktor, sutradara, dan pembuat film telah menandatangani surat terbuka yang menentang kesepakatan tersebut.
Nama-nama besar seperti Emma Thompson, Ben Stiller, Javier Bardem, Rose Byrne, hingga Kristen Stewart dan Glenn Close menyatakan "perlawanan mutlak" terhadap konsolidasi media ini. Mereka berpendapat kesepakatan senilai US$111 miliar (sekitar Rp1.780 triliun) tersebut akan merusak industri hiburan AS yang sudah babak belur.
"Transaksi ini akan semakin mengonsolidasikan lanskap media yang sudah terkonsentrasi, mengurangi persaingan di saat industri kami, dan penonton yang kami layani, paling tidak mampu menanggungnya," bunyi pernyataan dalam surat tersebut.
Para sineas khawatir merger ini akan menyusutkan jumlah studio film besar di AS menjadi hanya empat. Hal ini dinilai akan mempersempit peluang bagi kreator, mengurangi lapangan kerja di ekosistem produksi, meningkatkan biaya, serta mengurangi pilihan bagi penonton global.
Damon Lindelof, kreator serial Watchmen dan Lost, turut menyuarakan kekhawatirannya melalui media sosial.
"Merger Hollywood berarti lebih sedikit film dan lebih sedikit acara TV, dan itu berarti lebih sedikit pekerjaan," tulis Lindelof. "Ketika dua studio bersejarah dimiliki oleh perusahaan yang sama, hasilnya mudah ditebak, salah satunya akan menjadi 'Kota Hantu'. Saya takut. Tapi saya bukan hantu. Dan sebuah pertempuran sudah kalah jika tidak pernah diperjuangkan."
Menanggapi kritik tersebut, Paramount Skydance, perusahaan hasil merger antara Skydance milik David Ellison dan Paramount Studios pada 2025, menegaskan komitmennya terhadap bakat kreatif. Mereka berargumen bahwa industri saat ini membutuhkan perusahaan bermodal kuat yang mampu terus berinvestasi dalam penceritaan (storytelling).
"Sebagai kreator, kami tahu secara langsung bahwa ini juga merupakan momen di mana industri menghadapi gangguan signifikan, dan kebutuhan akan perusahaan kuat, mengutamakan kreativitas, serta bermodal baik untuk terus berinvestasi dalam penceritaan tidak pernah sebesar sekarang," tulis pihak Paramount Skydance dalam pernyataan resminya, Senin (13/4).
David Ellison berencana mempertahankan Paramount dan Warner Bros sebagai studio film yang berdiri sendiri dengan target merilis setidaknya 30 film layar lebar berkualitas tinggi setiap tahun. Studio tersebut juga mengeklaim bahwa merger ini justru akan memungkinkan mereka memberikan lampu hijau bagi lebih banyak proyek dan mendukung talenta di berbagai tahap karier mereka.
Kesepakatan akuisisi ini terjadi setelah Paramount Skydance mencapai kesepakatan pada akhir Februari, menyusul mundurnya Netflix dari persaingan. Warner Bros Discovery sendiri menaungi merek-merek ikonik seperti Harry Potter, Friends, HBO, hingga saluran berita CNN.
Kini, nasib merger raksasa ini berada di tangan pemegang saham yang akan melakukan pemungutan suara akhir bulan ini. Selain itu, kesepakatan ini membutuhkan persetujuan dari regulator pemerintah, termasuk desakan para sineas kepada Jaksa Agung California, Rob Bonta, untuk memblokir transaksi tersebut demi menjaga persaingan sehat. (BBC/Z-2)
Natalie Portman mengumumkan kehamilan anak ketiga di usia 44 tahun. Ia mengaku bersyukur dan bersemangat menyambut kelahiran bersama pasangannya.
Jennifer Aniston membagikan momen mesra bersama kekasihnya, Jim Curtis, di Instagram.
Akademi Film Amerika (AMPAS) resmi mengumumkan perpindahan lokasi malam penganugerahan Oscars ke Peacock Theater dan beralih ke streaming YouTube pada 2029.
Oscar 2026 diwarnai aksi politik para bintang. Javier Bardem dan Guy Pearce serukan pembebasan Palestina, sementara kampanye "ICE OUT" sasar kebijakan imigrasi AS.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved