FILM dokumenter hibrida asal Aceh, Hikayatussistance, terus memperluas jejaknya di panggung sinema internasional dan nasional. Setelah berkeliling ke berbagai negara sejak dirilis pada 2025, film produksi Aceh Menonton Films ini dijadwalkan tayang dalam dua program prestisius di Yogyakarta dan Sumatra Barat pada April hingga Mei 2026.
Di Yogyakarta, Hikayatussistance terpilih masuk dalam program CineDocx, sebuah forum pemutaran dokumenter dan film eksperimental dunia yang diinisiasi oleh KDM Cinema, JFA Cinema Hub, dan Jogja Film Academy. Program ini menyoroti praktik sinema nonfiksi dan keberagaman bentuk dokumenter kontemporer.
Film ini akan diputar bersama karya sineas internasional lainnya, seperti This is Raquel’s Not-So-Secret Diary (Spanyol), Comrade Poopy (Myanmar), dan Au Revoir Siam (Prancis–Swiss–Thailand). Kehadiran film ini dalam CineDocx mempertegas posisi sinema Aceh dalam dialog global mengenai isu sosial-budaya dan estetika dokumenter.
Jadwal Pemutaran di Yogyakarta dan Sumatra Barat
Bagi pencinta sinema di Yogyakarta dan Sumatra Barat, berikut adalah jadwal lengkap pemutaran film Hikayatussistance:
| Program | Lokasi | Waktu |
|---|---|---|
| CineDocx | Gedung JFA Cinema Hub, Yogyakarta | 12 April 2026 – 15.00 WIB |
| 18 April 2026 – 15.00 WIB | ||
| 23 April 2026 – 19.00 WIB | ||
| Bakaba Sinema | Nagari Koto Gadang, Sumatra Barat | 30 Mei 2026 – 20.00 WIB |
Setelah Yogyakarta, film ini akan menyapa masyarakat di Nagari Koto Gadang melalui program Bakaba Sinema pada 30 Mei 2026. Inisiatif bioskop keliling oleh Bioskop Taman ini mengusung tema yang terinspirasi dari bakaba, tradisi tutur Minangkabau yang memiliki kedekatan filosofis dengan esensi film ini.
Hikayat sebagai Bentuk Perlawanan
Sutradara Hikayatussistance, Muhammad Hendri, mengungkapkan bahwa film ini bukan sekadar dokumentasi tradisi, melainkan ruang eksplorasi bahasa sinema kontemporer. Film berdurasi 18 menit 52 detik ini menampilkan seniman tutur Aceh, Fuadi Klayu, yang melantunkan "Dongeng Sebelum Gulita".
“Bagi Fuadi, hikayat adalah cara kita berbicara kepada kekuasaan ketika kita tidak punya podium, dan itu merupakan salah satu bentuk perlawanan,” ujar Hendri dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026).
Dalam sebuah ruangan merah, Fuadi Klayu melantunkan hikayat tentang negeri subur yang berada di ambang kehancuran. Menggunakan pendekatan hybrid documentary, film ini merekonstruksi pertunjukan hikayat sebagai bentuk ingatan hidup dan ekspresi sosial-politik.
Prestasi Internasional
Sejak dikembangkan sebagai tesis di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Hikayatussistance telah meraih berbagai apresiasi, di antaranya:
- Best Mathilda Award – Best Short Documentary di Balikpapan Film Festival 2025.
- Honorable Mention di Films That Move 2025 (Jamaika).
- Official Selection di Lift-Off Global Sessions 2025 (Inggris Raya) dan International Folklore Film Festival 2026 (India).
- Top 24 Film Pilihan di Association for Asian Studies Film Expo 2026.
Melalui perjalanan panjang ini, Hendri berharap Hikayatussistance dapat menunjukkan bahwa seni tutur tradisional seperti hikayat tetap relevan dan terus menemukan bentuk baru di tengah perkembangan zaman dalam sinema dunia. (Z-1)
