8 Film Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Watchlist

Nadhira Izzati A
13/4/2026 12:47
8 Film Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Watchlist
Delapan film terbaik 2026 sejauh ini versi BBC, dari Project Hail Mary hingga The Drama.(Dok.Variety)

PARUH pertama 2026 menghadirkan deretan film yang mengejutkan sekaligus menyegarkan. Dari horor bernuansa folk yang ganjil, drama keluarga yang intim, hingga fiksi ilmiah yang cerdas dan hangat, industri film tahun ini menunjukkan satu hal: sinema sedang bergerak ke arah yang semakin berani.

Kritikus film BBC, Caryn James dan Nicholas Barber, merangkum delapan film terbaik tahun ini sejauh ini. Bukan hanya sukses mencuri perhatian, film-film ini juga dinilai menonjol karena kekuatan cerita, pendekatan visual, dan keberanian artistiknya. Berikut daftar lengkapnya beserta rating IMDb dan Rotten Tomatoes.

1. 28 Years Later: The Bone Temple

Lewat sekuel ini, Nia DaCosta mengambil alih tongkat estafet film kiamat zombie dan membawanya ke wilayah yang lebih liar. Alih-alih sekadar menjual teror, film ini menghadirkan atmosfer folk-horror yang ganjil, aneh, tetapi memikat.

Salah satu daya tarik terbesarnya ada pada hubungan tak biasa antara ilmuwan gila yang diperankan Ralph Fiennes dan seorang kanibal yang dimainkan Chi Lewis-Parry. Dipadukan dengan musik dari Duran Duran hingga Iron Maiden, film ini disebut sebagai “mahakarya eksentrik” yang sulit dilupakan.

Rating: IMDb 7,3/10 | Rotten Tomatoes 92%

2. My Father's Shadow

Berlatar Nigeria pada 1993, film garapan Akinola Davies ini tampil sebagai drama keluarga yang lembut, tetapi sarat tekanan politik. Cerita dilihat melalui sudut pandang dua anak kecil yang mengikuti perjuangan ayah mereka, diperankan Sope Dirisu, di tengah gejolak kediktatoran militer di Lagos.

Kekuatan film ini terletak pada kemampuannya meramu persoalan personal dan politik tanpa terasa menggurui. Hasilnya adalah kisah keluarga yang emosional, rapuh, sekaligus menegangkan. Tak heran, film ini memenangkan BAFTA untuk kategori debut Inggris terbaik.

Rating: IMDb 7,4/10 | Rotten Tomatoes 97%

3. Hoppers

Pixar kembali menunjukkan kelasnya lewat Hoppers. Film ini mengikuti Mabel, seorang siswi tangguh yang “memindahkan” pikirannya ke dalam robot berang-berang demi melawan wali kota korup, yang disuarakan Jon Hamm.

Premisnya memang terdengar nyeleneh, tetapi justru di situlah kekuatannya. Sutradara Daniel Chong menyelipkan pesan lingkungan yang tajam tanpa kehilangan unsur hiburan. Menariknya, film ini juga menghadirkan elemen yang cukup gelap di bagian akhir, membuat Hoppers terasa lebih berani dibanding animasi keluarga pada umumnya.

Rating: IMDb 7,5/10 | Rotten Tomatoes 94%

4. Wuthering Heights

Emerald Fennell menghadirkan interpretasi baru atas novel klasik Emily Brontë dengan pendekatan yang jauh dari kata aman. Dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi sebagai Cathy dan Heathcliff, film ini menonjolkan cinta yang liar, penuh hasrat, dan sekaligus destruktif.

Fennell tak memilih jalur drama periode yang manis dan elegan. Sebaliknya, ia menghadirkan visual yang berani, penuh warna, dan terasa nyaris kaleidoskopik. Hasilnya mungkin akan memecah pendapat, terutama di kalangan penggemar setia novel aslinya, tetapi jelas tidak membosankan.

Rating: IMDb 6,2/10 | Rotten Tomatoes 58%

5. Project Hail Mary

Di tengah banyaknya film sci-fi yang mengandalkan skala besar dan ledakan spektakuler, Project Hail Mary justru memikat lewat kecerdasan dan rasa ingin tahu. Adaptasi novel Andy Weir ini menempatkan Ryan Gosling sebagai ahli biologi amnesia yang harus mencari cara menyelamatkan dunia.

Yang membuat film ini menonjol adalah caranya merayakan sains, riset, dan percakapan. Di tangan Phil Lord dan Christopher Miller, cerita yang bisa saja terasa dingin berubah menjadi petualangan antariksa yang hangat, lucu, dan penuh harapan.

Rating: IMDb 8,4/10 | Rotten Tomatoes 94%

6. Two Prosecutors

Sutradara Ukraina Sergei Loznitsa menghadirkan drama sejarah yang mencekam dengan latar 1937, saat pembersihan politik Stalin mencapai puncaknya. Cerita mengikuti Kornyev, seorang pengacara muda idealis yang mencoba melawan sistem demi membongkar penyiksaan terhadap tahanan politik.

Film ini tidak mengandalkan ledakan emosi besar, melainkan membangun ketegangan secara perlahan dan menyesakkan. Suasana klaustrofobik yang terus menekan membuat penonton ikut merasakan horor hidup di bawah rezim represif.

Rating: IMDb 7,1/10 | Rotten Tomatoes 97%

7. Dead Man's Wire

Diangkat dari kisah nyata yang terdengar lebih aneh daripada fiksi, Dead Man's Wire memadukan thriller dan komedi hitam dengan hasil yang menggigit. Gus Van Sant mengisahkan Tony Kiritsis, diperankan Bill Skarsgård, yang menculik makelar hipoteknya karena tekanan finansial.

Skarsgård disebut tampil solid karena mampu menyeimbangkan sisi tragis dan absurd dari karakternya. Kehadiran Al Pacino dalam peran kecil juga menjadi nilai tambah bagi film yang menyentil media, sensasi, dan kegilaan publik ini.

Rating: IMDb 6,5/10 | Rotten Tomatoes 92%

8. The Drama

Zendaya dan Robert Pattinson menjadi magnet utama dalam dramedi provokatif karya Kristoffer Borgli ini. Sekilas, The Drama tampak seperti komedi romantis biasa. Namun cerita berbelok tajam ketika Emma, karakter yang diperankan Zendaya, mengungkap rahasia besar hanya sepekan sebelum pernikahan.

Film ini sempat memicu kontroversi karena dianggap terlalu ringan dalam menyentuh isu serius. Meski begitu, The Drama tetap menarik sebagai komentar sosial tentang kejujuran, moralitas, dan batas-batas kenyamanan dalam hubungan.

Rating: IMDb 7,5/10 | Rotten Tomatoes 77%

Delapan film ini menunjukkan betapa beragam wajah sinema 2026 sejauh ini. Ada yang memukau lewat keberanian visual, ada yang mengandalkan emosi yang intim, dan ada pula yang menghidupkan kembali genre lama dengan pendekatan segar.

Bagi pencinta film, daftar ini layak menjadi panduan watchlist untuk mengejar judul-judul terbaik tahun ini. (BBC/IMDb/Rotten Tomatoes/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya