Hyun Bin Direkrut Badan Intelijen Korea, Jadi Agen Kontraintelijen Kehormatan

 Gana Buana
07/4/2026 22:11
Hyun Bin Direkrut Badan Intelijen Korea, Jadi Agen Kontraintelijen Kehormatan
Hyun Bin ditunjuk sebagai agen kontraintelijen kehormatan oleh NIS Korea Selatan.(Dok. The Koreajong Daily)

KOREA Selatan mengambil langkah tak biasa dalam menghadapi ancaman spionase global. Badan Intelijen Nasional (NIS) resmi menunjuk aktor papan atas Hyun Bin sebagai agen kontraintelijen kehormatan, Selasa (7/4).

Penunjukan ini bukan sekadar simbolis. Hyun Bin akan terlibat dalam kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kontraintelijen, termasuk mendukung promosi kebijakan keamanan nasional.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ancaman kebocoran teknologi dan rahasia industri strategis ke pihak asing.

“Belakangan ini, kasus yang mengancam kelangsungan negara seperti kebocoran teknologi canggih dan rahasia industri pertahanan semakin sering terjadi,” ujar pejabat NIS.

“Kami akan menjawab ekspektasi publik melalui aktivitas kontraintelijen yang lebih ketat.”

Kontraintelijen sendiri mencakup berbagai upaya untuk menangkal operasi intelijen asing yang berpotensi merugikan kepentingan nasional.

Momentum ini juga diperkuat oleh revisi Undang-Undang Pidana pada Februari lalu, yang memperluas definisi spionase, tidak lagi terbatas pada negara musuh, tetapi juga mencakup negara asing lainnya. Revisi ini memberi dasar hukum baru bagi Korea Selatan untuk menghadapi ancaman global yang lebih kompleks.

Di sisi lain, pemilihan Hyun Bin dinilai strategis. Aktor yang debut sejak 2003 itu memiliki pengaruh besar di dalam dan luar negeri, lewat karya populer seperti My Lovely Sam-soon, Secret Garden, hingga Crash Landing on You.

Menariknya, Hyun Bin juga pernah memerankan agen NIS dalam film The Point Men (2023), membuat citranya semakin relevan dengan peran barunya.

Baru-baru ini, ia juga tampil dalam serial original Disney+ Made in Korea (2025), yang dijadwalkan merilis musim kedua tahun ini.

Dengan menggandeng figur publik besar, NIS tampaknya ingin mengubah pendekatan, dari operasi tertutup menjadi kampanye kesadaran publik yang lebih luas, di tengah meningkatnya perang intelijen global. (Koreajongdaily/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya