Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM klasik karya sutradara Jepang Makoto Shinkai kembali hadir di layar lebar Indonesia, memberi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan ulang salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah anime modern.
Pemutaran ulang ini disambut antusias, tidak hanya oleh penggemar lama, tetapi juga oleh penonton baru yang ingin mengenal akar estetika dan narasi khas Shinkai.
Film 5 Centimeters per Second dikenal luas karena pendekatannya yang puitis dan reflektif.
Shinkai sendiri pernah mengungkapkan bahwa sejak awal ia menginginkan judul yang memiliki kesan kuat dan bernuansa sastra, layaknya judul novel. Ia terinspirasi oleh karya-karya Haruki Murakami, khususnya kumpulan cerpen Membakar Gudang dan Cerita Pendek Lainnya, yang menghadirkan kesederhanaan cerita dengan kedalaman emosi.
Pada tahap awal, film ini dirancang sebagai kumpulan cerita pendek yang berdiri sendiri. Shinkai membayangkan dua atau tiga kisah terpisah yang selesai dalam ruang kreatif yang “terkendali”.
Namun, seiring proses pengembangan, cerita-cerita tersebut perlahan terhubung secara emosional dan naratif, hingga akhirnya disatukan menjadi satu karya utuh yang saling berkaitan.
Pengalaman produksi film ini juga memiliki kesan personal bagi tim kreatif. Setelah terlibat dalam proyek sebelumnya, Kumo no Mukou, Yakusoku no Basho, Shinkai dan tim kembali bekerja bersama dalam suasana yang lebih intim.
Proses produksi dilakukan di apartemen sang sutradara, dengan meja gambar yang dipasang di satu ruangan untuk seluruh tahapan kerja mulai dari ilustrasi hingga pewarnaan. Lingkungan kerja yang sederhana, bahkan ditemani seekor kucing, justru menumbuhkan semangat dan kenikmatan dalam berkarya.
Banyak adegan dalam film lahir dari pengalaman nyata. Adegan kereta yang terlambat, misalnya, terinspirasi dari pengalaman pribadi Shinkai yang pernah terjebak semalaman di dalam kereta akibat salju.
Rasa panik dan penantian itulah yang kemudian menjadi fondasi emosional cerita. Riset lokasi pun dilakukan secara mendalam, termasuk saat penggarapan bagian Tanegashima, yang dipilih karena kedekatan unik antara fasilitas peluncuran roket dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Terdiri dari tiga bagian, dengan bagian ketiga yang paling singkat dan nyaris sepenuhnya mengandalkan musik, 5 Centimeters per Second secara sadar menghindari penutupan cerita yang mutlak.
Shinkai memilih memberi ruang bagi penonton untuk mengisi kekosongan dengan pengalaman dan perasaan mereka sendiri. Dua dekade setelah perilisannya, film ini mungkin tidak sempurna, namun justru ketidaksempurnaan itulah yang membuatnya tetap berkilau seperti kenangan masa muda yang tak bisa diulang, tetapi selalu hidup dalam ingatan. (Z-1)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Sutradara Suzume no Tojimari yakni Makoto Shinkai mengungkapkan bahwa ia mendapatkan inspirasi untuk pintu di film tersebut dari drama Korea, Goblin.
Film animasi yang akan tayang pada 11 November 2022 di Jepang itu bakal menampilkan musik Radwimps bersama komposer Kazuma Jinnouchi.
Suzume no Tojimari adalah kisah seorang gadis berusia 17 tahun bernama Suzume yang tinggal di Kyushu. Ia menemukan sebuah pintu dengan bantuan seorang pemuda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved