Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM horor Perempuan Pembawa Sial tidak hanya menawarkan kengerian, tetapi juga menampilkan totalitas akting para pemainnya.
Dua di antaranya, Morgan Oey dan Didik Nini Thowok, rela keluar dari zona nyaman untuk mendalami karakter mereka yang unik, mulai dari belajar memasak rendang hingga menguasai ritual tradisional.
Morgan Oey, yang berperan sebagai Bana, seorang pemilik warung Padang, mengungkapkan bahwa dirinya melakukan workshop khusus untuk memasak rendang dari nol.
Meski adegan memasak tidak ditampilkan secara detail dalam film, Morgan merasa penting untuk memahami gestur dan kebiasaan seorang koki profesional.
"Setidaknya saya tahu bagaimana orang menyiapkan hidangan, apalagi masakan Padang," jelasnya dalam konferensi pers, Rabu (10/9).
Pendekatan ini membuat karakternya terasa lebih hidup, sebagai sosok yang telah berdamai dengan masa lalu dan menjadi tempat "pulang" yang tulus bagi karakter utama, Mirah.
Sementara itu, Didik Nini Thowok, yang berperan sebagai dukun manten, melakukan riset yang jauh lebih mendalam. Ia mengaku pernah menjalani profesi tersebut dan merasa ini adalah kesempatan untuk melestarikan tradisi.
"Saya tidak pernah main-main. Ini riset yang luar biasa," ujarnya.
Ia bahkan berkonsultasi dengan guru spiritual untuk memahami mantra dan filosofi di balik ritual Jawa kuno.
Didik Nini Thowok menjelaskan bahwa ada aturan ketat tentang pemilihan kain hingga makna di balik setiap sesajen, yang semuanya ia pelajari demi menghidupkan karakternya dengan otentik.
Dedikasi kedua aktor ini menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam menggarap film Perempuan Pembawa Sial. Totalitas yang mereka berikan tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga kedalaman cerita, memastikan penonton merasakan setiap detail dan emosi yang disampaikan.
Perempuan Pembawa Sial, yang disutradarai Fajar Nugros dan diproduseri oleh Susanti Dewi dan Winston Utomo ini menampilkan Raihaanun, Morgan Oey, Clara Bernadeth, Didik Nini Thowok, Rukman Rosadi, Aura Kharisma, dan Banyu Bening, akan tayang mulai 18 September 2025 di bioskop. (Z-1)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Abimana Aryasatya dan Morgan Oey ungkap tantangan syuting Ghost in the Cell karya Joko Anwar, termasuk adegan laga 15 menit tanpa jeda.
Raihaanun berbagi pengalaman uniknya di film horor perdana, Perempuan Pembawa Sial. Menjalani peran utama sebagai Mirah yang dihantui kutukan.
Dalam film Siapa Dia, Morgan Oey berperan sebagai Samo bersama aktris Dira Sugandi yang memerankan Sari.
Di film Siapa Dia, Morgan memerankan karakter Samo/Ong.
Morgan mengatakan bahwa berperan dalam film musikal lebih menantang karena harus memadukan akting, menyanyi, dan menari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved