Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR dan presenter Reza Chandika mengungkapkan pandangannya tentang makna perjuangan hidup yang ia rasakan dan ia lihat dalam film Pangku. Menurutnya, film tersebut memberikan pesan penting tentang pentingnya tetap menjadi orang baik, bahkan di tengah kesulitan yang paling berat.
Reza berpendapat hidup bukanlah ajang untuk membanding-bandingkan penderitaan, seperti yang kerap terjadi di masyarakat.
"Menurut gue, perjuangan hidup itu mengajarkan kita untuk bisa lebih berempati, untuk bisa bertoleransi," ujarnya.
Ia menambahkan, terkadang orang merasa bangga karena memiliki perjuangan yang lebih berat. Padahal, menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mampu tetap menjadi pribadi yang baik di tengah momen sulit.
Reza kemudian membagikan kisah pribadinya yang sangat berkesan tentang ibunya. Ia pernah melihat sang ibu tetap bergestur baik kepada seseorang yang telah berbuat jahat kepadanya. Saat itu, ia bertanya mengapa ibunya masih bersikap demikian.
"Ibu gue sesimpel waktu itu ngomongnya kayak gini, 'Ya bang, ngapain kita jahatin orang jahat? Kita jadi orang jahat dong'," cerita Reza.
Pengalaman hidup tersebut, kata Reza, membuatnya melihat benang merah yang kuat dengan film Pangku. Ia merasa bahwa karakter dalam film tersebut mencerminkan sikap yang sama, yaitu tetap berbuat baik meski dihadapkan pada situasi yang tidak mudah.
Film Pangku, yang disutradarai oleh Reza Rahadian, mengisahkan perjuangan hidup dua perempuan, Sartika dan Maya, dalam menghadapi kerasnya realitas.
Cerita ini menggambarkan bagaimana mereka saling "memangku" satu sama lain, menguatkan, dan menemukan kebaikan di tengah tantangan yang tidak mudah.
Film ini menandai debut Reza Rahadian sebagai sutradara, menunjukkan sisi lain dari bakat seninya setelah dikenal luas sebagai aktor.
Film Pangku dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 November 2025. Film ini dibintangi oleh sejumlah bintang ternama, seperti Christine Hakim, Devano Denendra, Reza Chandika, Kaan Lativan, Nazira C. Noer, Galabby, T.J. Ruthi, Lukman Sardi, dan Nai Djenar Maisa Ayu. (Z-1)
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
Aktor cilik Jordan Omar merasa seperti di rumah sendiri saat syuting film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan. Simak ceritanya.
Dwi Sasono tampil beda sebagai Yudi dalam film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Simak sinopsis, daftar pemain, dan jadwal tayangnya di sini.
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved