Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGA Dwimas Sasongko bersama Visinema Pictures meneruskan ambisinya untuk menggarap film epik tentang Pangeran Diponegoro berjudul Perang Jawa. Untuk memulai produksi ini, Visinema Pictures menggandeng sejarawan Peter Carey yang banyak meneliti dan menulis buku tentang Pangeran Diponegoro. Dalam produksi ini, Gita Wirjawan bersama Endgame juga turut bergabung.
Proses penulisan film ini masih dalam tahap awal, melibatkan kolaborasi antara Ifan Ismail sebagai tim penulis dan Peter Carey sebagai konsultan sejarah. Taufan Adryan, yang sebelumnya memproduseri 13 Bom di Jakarta, akan turut memproduseri film ini, dengan Angga sebagai sutradara.
Angga berharap film Perang Jawa dapat menjadi film yang menghubungkan penonton dengan kisah episode perang dan sosok Pangeran Diponegoro secara emosional. Sehingga dapat mendorong penonton untuk mengenal serta memahami lebih jauh sosok Pangeran Diponegoro.
“Kami percaya cerita ini, membawa kami ke sebuah keinginan untuk membuat film pada episode perang, dan dengan periode perang penonton bisa harapkan adanya momen-momen epik eksplorasi produksi yang belum tersaji di film Indonesia sebelumnya,” papar Angga Dwimas Sasongko s di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin, (21/7).
Angga juga melihat momentum industri film Indonesia saat ini sangat baik untuk memulai proyek film Perang Jawa. Angga berharap kick-off Perang Jawa berada di momentum yang tepat untuk menghasilkan karya terbaik yang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga strategi besar bagi perfilman Indonesia.
“Empat bulan terakhir, (film) Jumbo 10 juta penonton, film Pengepungan di Bukit Duri yang sarat muatan politik hampir 2 juta penonton, Komang 3 juta penonton, dan film Sore yang imajinatif yang sekarang tayang, juga sudah bisa diterima. Penonton Indonesia siap dan butuh yang lebih,” paparnya.
Peter Carey sendiri menjelaskan mengapa Pangeran Diponegoro penting dalam konteks global dan regional. Ia mencontohkan bagaimana dua tahun setelah wafatnya Diponegoro, salah satu residen Hindia Belanda yang mahir berbahasa Jawa menyatakan untuk menerjemahkan tulisan Pangeran Diponegoro. Hal ini menunjukkan pengaruh besar Diponegoro bahkan setelah kematiannya. Menurut Carey, dampak Perang Jawa yang terjadi pada 1825–1830 juga menyebabkan bedol desa dan laskar Diponegoro mengungsi ke Jawa Timur, yang pada akhirnya melahirkan simbol-simbol perlawanan baru.
Peter Carey juga menyebutkan Diponegoro adalah salah satu pencerita paling hebat karena mampu mendikte dan menulis sekitar 1100 halaman kertas folio saat di pengasingan, yang kemudian diterbitkan menjadi Babad Diponegoro. (M-3)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Angga Dwimas Sasongko akan kembali menyutradarai film terbaru berjudul Ratu Malaka. Proyek film aksi tersebut direncanakan akan diproduksi pada 2026.
Lagu Berakhir di Aku merupakan cerminan mendalam dari perjalanan emosional Idgitaf setelah memahami berbagai tantangan hidup yang dialami karakter Kaluna dalam film Home Sweet Loan
VISINEMA Group melalui BION Studios akan merilis tiga film pada tahun 2025 mendatang, yakni Ambyar Mak Byar, Selepas Tahlil, dan Kami (Bukan) Sarjana Kertas.
Film ini merupakan adaptasi dari novel detektif berjudul sama karya Sabda Armandio yang terbit pada 2017.
Visinema Pictures kembali membuka informasi terbaru tentang proyek film bergenre aksi spionase berjudul 13 Bom di Jakarta. Visinema merilis video para pemeran pemain film 13 Bom di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved