Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Febby Rastanty mengaku peran Hanna berbeda dengan karakter yang ia perankan sebelumnya.
“Potongan rambut di film ini adalah yang terpendek yang pernah aku lakukan seumur hidup. Saat dipotong, aku sempat panik karena rasanya sangat pendek. Bahkan saat keramas, aku masih terkejut karena rambutku sudah pendek,” ungkap Febby dalam peluncuran teaser poster dan teaser trailer "Sampai Nanti, Hanna!", Kamis (17/10).
Febby mengaku cemas memerakannya karena keluar dari zona nyaman. “Ini adalah kesempatan untuk tampil berbeda, dan aku sangat menikmati prosesnya,” tambahnya.
Tomboy dengan Ambisi Besar
Febby menjelaskan karakter Hanna sangat unik dan berbeda dari peran-peran sebelumnya. Hanna adalah seorang perempuan yang tomboy, cuek, dan memiliki ambisi yang kuat untuk meraih cita-cita serta mimpi-mimpinya. Namun, ia terhalang oleh kondisi keluarganya yang konservatif.
“Keluarganya berpikir setelah lulus kuliah, perempuan seharusnya menikah dan tidak perlu melanjutkan pendidikan atau berkelana ke luar negeri. Ini membuat Hanna merasa terjebak,” kata Febby.
Dalam perjalanan karakter Hanna, ia berusaha "melarikan diri" dari ekspektasi keluarganya dengan menikah, berpikir bahwa hal itu bisa membawanya keluar dari lingkaran yang mengekangnya. Namun, ironisnya, Hanna tetap menghadapi permasalahan yang sama, dan hal ini menjadi salah satu konflik utama dalam film.
“Ini menciptakan dimensi dan layer yang menarik. Pertumbuhan karakter Hanna berbeda tergantung pada konteksnya di kampus, dalam lingkungan keluarga, dan saat menjalin hubungan percintaan,” jelas Febby.
Menyampaikan Pesan Melalui Dimensi dan Layer Karakter
Febby berharap pesan yang terkandung dalam setiap dimensi dan layer karakter Hanna dapat tersampaikan kepada penonton. “Film ini memberikan gambaran tentang perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi ekspektasi dan kondisi yang menghalangi cita-citanya. Semoga penonton bisa merasakan perjalanan dan konflik yang dialami Hanna,” tuturnya.
Melalui karakter Hanna, Febby berusaha untuk menghidupkan realitas banyak perempuan muda yang menghadapi tantangan serupa. Ia ingin menunjukkan bahwa meskipun terjebak dalam kondisi yang tidak nyaman, tetap ada harapan dan kesempatan untuk meraih mimpi.
“Hanna adalah representasi dari banyak perempuan yang berjuang untuk menemukan identitas dan kebahagiaannya sendiri,” tambahnya.
Dengan karakter yang kuat dan kompleks, Febby Rastanty siap menyuguhkan performa terbaiknya dalam Film Sampai Nanti, Hanna!. Film ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan membuka diskusi mengenai ekspektasi sosial terhadap perempuan serta pentingnya keberanian mengejar mimpi, meskipun ada rintangan. (Z-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved