Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NICHOLAS Saputra dulunya anak tongkrongan juga. Hal itu diakui aktor yang akrab disapa Nico itu saat menjadi pengisi acara #GenerasiCampus Roadshow di Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (10/9).
Bagi Nico, momen ketika menjadi mahasiswa adalah pengalaman yang sangat bernilai. Dari sana, dia mendapatkan banyak ilmu, kenalan, dan ruang untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.
“Ilmu-ilmu yang paling menyenangkan, yang paling banyak teringat sampai sekarang itu, saya dapatkan di kantin, bukan di kelas. Menurut saya, nongkrong di kantin itu betul-betul membuat kita merasa jadi mahasiswa,” kenang Nico.
Baca juga : Masuki Perkuliahan, Mahasiswa Perlu Dibekali Pencegahan Kekerasan Seksual dan Narkoba
“Karena kita saling sharing dengan banyak orang, dengan sumber ilmu yang mirip-mirip, melakukan banyak kegiatan di luar akademik. Menurut saya, itulah esensi menjadi mahasiswa,” sambungnya.
“Jadi anak kantin ya,” celetuk Dee Lestari yang juga menjadi pembicara di acara tersebut.
Semasa kuliah, Nico memang sangat aktif berkegiatan di luar jadwal akademik. Bagaimana tidak? Bahkan, sebelum menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia program studi Arsitektur sekalipun, Nico telah aktif bergelut di dunia seni peran.
Baca juga : Wapres Minta Kampus Sesuaikan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri
Semasa kuliah, Nicholas Saputra membintangi filmnya yang fenomenal bersama Dian Sastrowardoyo, Ada Apa dengan Cinta? (2002). Nico juga menjadi host MTV Indonesia, siaran tahun 90-an yang amat populer di kalangan anak muda pada masanya.
Meski demikian, Nico tidak lantas melupakan tugas utamanya sebagai pembelajar di bidang keilmuan yang dipilihnya sendiri.
“Sambil kuliah, saya sambil main film. Di tengah tahun atau akhir tahun biasanya saya main filmnya, biar enggak ganggu kuliah,” ujar Nico.
Nico memberikan pesan kepada ribuan mahasiswa di acara #GenerasiCampus Roadshow, hal berbeda yang dijalani bersamaan dalam satu waktu, masih bisa ditekuni dengan baik sepanjang kita bisa konsisten dan bertanggung jawab atas apa pun pilihan kita.
#GenerasiCampus Roadshow adalah acara kerja sama Narasi dan Grab. Mengusung judul POV/XYZ: Generasi Bicara Generasi, acara ini bertujuan mengajak generasi muda dan generasi sebelumnya bertukar insight dan saling menggali potensi diri, serta saling memahami dan mendukung. Selain digelar untuk mahasiswa Jogja, acara ini akan segera digelar di Malang, Bandung dan Jakarta, hingga Oktober mendatang. (Z-1)
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
Aktor cilik Jordan Omar merasa seperti di rumah sendiri saat syuting film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan. Simak ceritanya.
Dwi Sasono tampil beda sebagai Yudi dalam film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Simak sinopsis, daftar pemain, dan jadwal tayangnya di sini.
Bagi mahasiswa internasional, memilih kampus tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga kenyamanan tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%).
Masuknya biliar merupakan langkah strategis untuk memperluas ragam cabang olahraga di lingkungan kampus sekaligus membuka peluang prestasi baru bagi mahasiswa.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Pada Februari 2025, jumlah perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menurut BPS mencapai 2.937.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved