Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH produksi Dee Company merilis poster terbaru dari film horor Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu, yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Agustus 2024.
Dalam keterangan pers, Kamis (27/6), Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu diangkat dari kisah legenda urban yang sempat populer di beberapa kampus di Indonesia.
Dari sana, Dee Company mulai merangkum cerita-cerita tersebut menjadi sebuah karya film yang disutradarai Guntur Soeharjanto dan ditulis Evelyn Afnilia.
Baca juga : Film Dosen Ghaib Sudah Malam Atau Sudah Tahu Rilis Teaser Trailer
"Official Poster Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu," cicit Dee Company melalui X, Rabu (26/6).
Baca juga : Film Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet Rilis Poster
Poster Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu menampilkan sosok dosen yang sedang mengajar, tetapi memiliki tinggi badan tidak masuk akal hingga mencapai langit-langit ruangan kelas.
Selain itu, kaki dosen itu terlihat mengambang tanpa memijak lantai dengan suasana kelas yang terlihat mencekam.
Produser Film Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu dan CEO Dee Company Dheeraj Kalwani berharap film ini dapat memberikan pesan baik untuk para penonton.
Baca juga : Film Laura Rilis Poster dan Cuplikan
"Kami ingin membuat cerita film yang dekat dengan keyakinan mahasiswa tentang dosen ghaib," kata Dheeraj.
Dia menambahkan, "Namun, sebagaimana fungsi pendidikan, film ini tentu menyelipkan pesan kuat."
Dibintangi Rayn Wijaya, Ersya Aurelia, Endy Arfian, dan Annette Edoarda, film Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu mengisahkan seorang dosen killer (galak) bernama Pak Bakti yang ditakuti semua mahasiswa di kampusnya mengajar.
Baca juga : Film Dilan 1983: Wo Ai Ni Rilis Trailer dan Poster
Kredibilitas dan nama baiknya dipertaruhkan ketika empat mahasiswanya, yakni Amelia, Emir, Maya, dan Fattah dinyatakan gagal dalam mengikuti mata kuliahnya.
Keempat mahasiswa itu pun diwajibkan mengambil kelas semester pendek dan memperbaiki nilai mereka. Sayangnya, kelas semester pendek itu berubah menjadi pengalaman mengerikan hingga mereka ingin keluar kelas. Ada apa dengan mereka?
Film Dosen Ghaib: Sudah Malam atau Sudah Tahu akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Agustus 2024. (Ant/Z-1)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved