Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ario Bayu mengaku pernah tinggal di Selandia Baru selama 12 tahun. Pengalaman hidup itulah yang membuatnya kini fasih berbahasa Inggris. Ario mengatakan, saat dirinya berusia sembilan tahun, orangtuanya memutuskan untuk pindah ke negara yang terletak di Samudra Pasifik itu.
“Gue cukup beruntung, ketika usia 9 tahun, orangtua berpikir anak-anaknya harus bisa bahasa Inggris sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di Selandia Baru. Hanya itu alasannya,” ungkapnya saat diwawancarai Wendi Cagur dalam akun YouTube WOY!.
Pemain film Gadis Kretek itu merasa pengorbanan kedua orangtuanya sangat besar untuk kehidupannya sekarang. Ayah dan ibu Ario kala itu rela meninggalkan karir yang baik di Jakarta demi masa depan anak-anak mereka.
Baca juga: Christopher Nolan: Zack Snyder Punya Pengaruh Besar di Industri Film
Ario juga membagikan momen di mana keluarganya harus bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama dengan perbedaan cuaca.
“Adaptasi di sana itu cukup lucu. Jadi ketika musim panas, kita sekeluarga pakai jaket kulit karena kami merasa kedinginan. itu jadi perhatian sama warga setempat. Karena kan kita biasa tinggal di daerah tropis dan ternyata musim panas di sana juga ternyata masih terasa dingin,” papar pria berusia 38 tahun itu.
Baca juga: Biaya Produksi 13 Bom di Jakarta Setara Bikin Tiga Film
Selain itu, menurutnya adaptasi untuk menguasai bahasa Inggris tidak membutuhkan waktu lama. Oa mengaku hanya butuh tiga bulan untuk lancar berbahasa Inggris.
“Saat itu gue sekitar umur sembilan tahun dan adek gue umur sekitar enam tahun. Kita anak-anak itu cepat beradaptasi. Kita tuh butuh waktu tiga bulan. Awalnya duduk di kelas diam saja mendengarkan orang ngomong, sampai akhirnya mengerti secara alami. Jadi anak kecil lebih cepat menyerap bahasa sepertinya,” tuturnya.
Ario Bayu mengatakan, di Selandia Baru, dia tinggal di daerah Hamilton, kota yang kecil jika dibandingkan dengan Jakarta yang begitu padat. (Z-11)
Ario Bayu menghadapi tantangan baru dalam perannya sebagai Darta di film Samsara, sebuah proyek sinema yang memadukan seni tari, musik, dan sinema berkualitas tinggi.
Samsara akan tampil di Yogyakarta pada 5 Desember 2024 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas dan Jakarta pada 13-15 Desember 2024 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.
Terdapat 30 film cerita panjang lolos seleksi, termasuk Agak Laen dan Ipar Adalah Maut.
Samsara merupakan sebuah film bisu hitam putih yang dibintangi aktor Ario Bayu dan penari keturunan Indonesia-Australia, Juliet Widyasari Burnett
Aktor Ario Bayu mengungkapkan cintanya pada seni peran muncul ketika dia bersekolah di Selandia Baru.
Ario Bayu berperan sebagai Darta dalam film Samsara, beradu peran dengan penari balet Indonesia-Australia Juliet Widyasari Burnett, yang memerankan tokoh Sinta.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Angga Yunanda ungkap tantangan fisik ekstrem di film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja, mulai dari adegan merayap hingga lari di area luas.
Maudy Ayunda mengaku sempat takut saat ditawari peran Laksmi dalam film Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja. Simak detail karakter dan jadwal tayangnya.
Aktor cilik Jordan Omar merasa seperti di rumah sendiri saat syuting film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan. Simak ceritanya.
Dwi Sasono tampil beda sebagai Yudi dalam film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Simak sinopsis, daftar pemain, dan jadwal tayangnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved