Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYADARI dunia akting atau film tidak bisa dijadikan sandaran masa depan, membuat aktor kawakan Teguh Julianto buru-buru beralih profesi menjadi pebisnis ekspor impor sepatu di Pulau Bali.
Hal itu yang membuat Teguh menghilang dari gegap gempitanya industri perfilman di Tanah Air.
"Saya sadar betul kalau hasil dari berakting tidak bisa menjadi sandaran masa depan, makanya saya bersama keluarga sepakat untuk bisnis sepatu di Bali" ujar aktor yang dikenal berkat film "Si Manis Jembatan Ancol" di Jakarta, Rabu (21/12).
Selama 20 tahun menepi di hiruk pikuk industri film membuat pria dua anak ini kangen berakting di depan kamera film.
"Kangen akting apalagi kalau melihat Anjasmara dan Dian Nitami di televisi, kebetulan saya sudah pisah dengan istri dan anak-anak yang sudah dewasa. Maka saya putuskan untuk kembali dunia film di Jakarta," ujar Teguh Julianto dengan nada senang
Apalagi kembalinya Teguh Julianto disambut produser film "Uti Deng Keke", Hartono Koh, dari PT. Gema Production yang membutuhkan aktor kawakan sekaliber Teguh Julianto.
"Alhamdulillah Pak Hartono Ko memberikan kepercayaan pada saya untuk terlibat di film "Uti Deng Keke". Ini kesempatan emas yang tidak saya sia-siakan," kata aktor yang belakangan wajahnya berseliweran di layar kaca SCTV lewat sinetron Love Story' The Series.
Yang membuat Teguh langsung menyambar tawaran main film yang juga dibintangi aktor kawakan Roy Marten, Mongol Stress, Gerry Iskak, Rency Milano dll ini, karena ceritanya mengedukasi masyarakat, terutama generasi milenial dan muda pentingnya hidup bertoleransi dan cinta kepada NKRI.
"Buat saya tidak mempermasalahkan besar kecilnya sebuah peran, yang penting ceritanya menarik memberikan pencerahan kepada yang menonton film. Apalagi setelah saya lama menghilang dari dunia film," ujar Teguh.
Karenanya, Teguh berharap film "Uti Deng Keke" bisa segera tayang di bioskop di kota-kota besar di seluruh Indonesia.
Karena dengan diputarnya film "Uti Deng Keke" di ratusan layar lebar, apa yang disampaikan lewat film ini segera tersampaikan ke masyarakat luas.
"Saya berharap film "Uti Deng Keke" bisa segera tayang di bioskop di kota-kota besar, sehingga edukasi lewat film ini sampai ke masyarakat luas," tandas Teguh menutup wawancara dengan penulis.
Nama aktor Teguh Julianto sempat bersinar bersama aktor Anjasmara, Tio Duarte, dan Adam Jordan pada era tahun 90-hingga awal tahun 2000-an.
Seiring meredupnya industri film saat itu, Teguh menghilang dari pentas film nasional, ternyata pria yang kini menduda dengan dua anak ini pindah ke Bali untuk mencoba bisnis ekspor impor sepatu.
"Selama dua puluh tahun saya menetap di Bali untuk mencari peruntungan lain di luar film," ujar Teguh.
Pada awal tahun 2019, aktor yang turut membintango film "Si Manis Jembatan Ancol" ini kembali ke dunia yang melambungkan namanya di jagat hiburan, yakni dunia akting.
Kembalinya Teguh Julianto ke dunia akting langsung disambut produser sinetron dan film. Ia pun terlibat membintangi film dan sinetron di antaranya "Cinta Nikita", "Samudra Samudra Cinta", "Tutur Tinular", dan "Uti dan Keke".
"Senang ternyata saya masih diterima di film, sebagai pemanasan kembalinya saya ke layar lebar, saya main film "'ti Deng Keke'," katanya.
"Peran saya memang kecil, tapi karena filmnya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bertoleransi, saya mau terlibat di film ini," ujar bintang sinetron Love Story' The Series yang tayang di SCTV ini
Diakui Teguh Julianto, jika dibanding film-film lain sebelumnya, yang mengandalkan cerita yang unsur bisnisnya lebih kuat ketimbang mengedukasi masyarakat tentang toleransi dan cinta NKRI, ia merasa tertantang untuk ikut memberikan pencerahan kepada generasi muda tentang cinta NKRI dan hidup bertoleransi.
"Cerita "Uti Deng Keke" kenapa menarik ? Karena film ini banyak pencerahan kepada generasi muda tentang pentingnya cinta kepada negara, khususnya NKRI dan pentingnya hidup bertoleransi " tutur Teguh. (RO/OL-09)
Para pemain film Gudang Merica berbagi pengalaman syuting yang menantang, mulai dari insiden nyaris jatuh di tebing hingga lokasi rumah sakit tua yang mencekam.
Rizky Inggar dan Bonar Manalu ungkap tantangan perankan suster galak hingga tokoh antagonis di film horor-komedi Gudang Merica yang tayang Mei 2026.
Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu Senang Dengar Suaramu Lagi untuk OST film Dilan ITB 1997. Simak makna lirik dan detail produksinya di sini.
Aktris Shaloom Razade berinisiatif menambah dialog bahasa Belanda demi karakter Isabella di film horor The Bell: Panggilan untuk Mati. Tayang 7 Mei 2026.
Kiesha Alvaro memerankan Yuda dalam film horor Tumbal Proyek. Simak tantangan fisik hingga pendalaman peran sebagai penganut Katolik di film ini.
Derby Romero sebut peran Bilal di film Ikatan Darah sebagai pengalaman terbaik sekaligus menantang. Simak detail karakter dan sinopsis filmnya di sini.
Informasi tersebut disajikan secara ringkas dan mudah dipahami agar masyarakat dapat mengenal potensi tanaman atau obat herbal dengan lebih baik dan bijak
Program edukasi ini mencakup kelas offline dan online, webinar interaktif, serta pendampingan langsung dari mentor berpengalaman.
Pemahaman masyarakat terkait jenis dan fungsi plastik dinilai masih terbatas, padahal penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak pada keamanan serta kualitas produk.
Gus Fahrur memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya pemberantasan narkoba.
Ini adalah inisiatif pemberdayaan dan advokasi iklim yang dipimpin kaum muda untuk memperkuat kesadaran lingkungan dan literasi energi terbarukan pada anak-anak di kawasan rentan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved