Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Musisi Dikta Wicaksono atau Dikta "Yovie & Nuno" adalah penggemar olahraga freediving, dia pun bercerita tentang hobinya tersebut.
Freediving atau selam-bebas adalah sebuah olahraga air dan dimasukkan sebagai jenis olahraga ekstrem. Sebab penyelam mencoba mencapai kedalaman tertentu tanpa bantuan alat pernapasan.
Dikta mengatakan untuk melakukan freedive, seseorang memang harus melakukan pelatihan terlebih dahulu. Sebab mereka harus menahan napas selama beberapa menit di kedalaman.
"Banyak yang bilang kok bisa sih tahan napas sampai 5 menit. Itu ada tekniknya dan cara pernapasan freedive bisa juga dipakai untuk kehidupan sehari-hari, kalau yang cara pernapasan benar bisa buat olahraga lain juga," ujar Dikta dalam peluncuran virtual program "#PromoTengahTahun Traveloka" pada Rabu (16/6).
Vokalis band Yovie & Nuno ini mengaku sangat menikmati saat berada di kedalaman lautan. Baginya pemandangan biru laut membuatnya rileks.
"Di dalam laut enggak yang gelap hitam gitu kayak yang kita lihat dari atas. Kita kayak di ruangan kosong aja warna biru, enggak ada ikan hiu, kita enjoy banget," kata Dikta.
Dikta sudah pernah menjelajahi beberapa lautan di Indonesia seperti di wilayah Banda Naira, Labuan Bajo, Menjangan, Derawan, Wakatobi hingga Manado.
"Laut Indonesia belum ada yang ngalahin. Di sini surganya banget sih makanya orang-orang luar banyak yang ke sini. Saya pengin eksplor semua sih," ujar pelantun "Janji Suci" itu.
Dikta berharap pandemi COVID-19 dapat segera berakhir agar masyarakat dapat berwisata dengan tenang tanpa perlu khawatir.
"Yang penting jangan lupa juga ikuti protokol kesehatan, aware, jangan sembarangan, patuhi peraturan, persiapkan sesuatu dengan matang," kata Dikta. (Ant/OL-12)
KreasiPro Music Distribution hadir sebagai ekosistem aman bagi musisi independen Indonesia untuk mendistribusikan karya ke 150+ platform global secara transparan.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved