Sandra Dewi: Belajar Ikhlas dari Suami

Suryani Wandari Putri
27/12/2020 00:15
Sandra Dewi: Belajar Ikhlas dari Suami
Artis Sandra Dwei.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

BERBAGI dengan orang lain merupakan perbuatan mulia, seberapa besar atau kecil bantuan itu diberikan. Syaratnya hanya satu, ikhlas.

Namun, tidak sedikit orang yang membantu orang lain itu tidak memahami makna ikhlas. Itu juga diakui artis Sandra Dewi, 37, yang sempat heran dengan kegemaran sang suami, Harvey Moeis, berbagi kepada orang lain. Sandra pun awalnya pernah protes saat tahu besaran jumlah materi yang dibagikan Harvey.

“Pertama saat nikah sama Harvey aku sering protes kenapa dia suka banget membantu orang. Sampai titik sekarang juga kerja bantu orang. Dia berbaginya sangat luar biasa. Kadang- kadang enggak masuk akal aku kenapa sampai segitu (jumlahnya),” kata Sandra Dewi dalam acara Ngobras Spesial Bareng Medcom, Jumat (25/12).

Sang suami pun bergeming dengan protes yang diajukan Sandra. Dia tetap melakukan aktivitas amalnya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Hingga di satu waktu, Sandra tersadar betapa pentingnya berbagi tanpa melihat jumlah. Itu dia rasakan saat melahirkan anak keduanya, Mika.

Sandra bertutur saat itu mengalami hambatan setelah melahirkan. Anak keduanya harus masuk NICU.

Dalam ruangan itu, ada bayi lain yang orangtuanya tidak mampu secara finansial. Dia datang dari Papua ke Jakarta dengan modal nekat. Bayi bernama Joel itu terancam tidak bisa tetap di rumah sakit karena masalah biaya. Namun, suami Sandra memutuskan membantu mereka.

“Bayi di sebelah dari Papua. Ibunya itu cuma bisa hamil kali ini doang. Dia mengalami pecah ketuban. Dia datang ke Jakarta ketubannya sudah kering. Ketika dia di rumah sakit, dia memberikan jatah BPJS untuk bayi lain. Padahal, dia sendiri membutuhkan.”

“Bapaknya bayi itu baik sekali. Bapaknya tidak punya biaya satu sen pun. Dia cuma modal iman, pokoknya anaknya harus selamat,” kenangnya.

Kisah yang Sandra tahu, bapak dari anak yang malang itu terus berdoa. “Tiba-tiba suamiku langsung bilang, ‘Bapak enggak usah nangis lagi. Tuhan sudah kabulkan doa Bapak’,” ujarnya.

Sandra baru tersadar bahwa anak keduanya yang lahir normal, tetapi harus masuk NICU itu untuk menyambung nyawa orang lain.

Setelah kejadian itu, Sandra semakin sadar dengan pentingnya membantu orang lain. Dia pun selalu ingat pesan sang suami bahwa ada hak orang lain dalam setiap harta yang setiap orang miliki.

“Tapi dia bilang, Tuhan menitipkan berkat sama kita itu bukan hak kita saja, melainkan hak orang-orang di sekitar kita. Beri berkat ke orang itu enggak akan bikin kita rugi karena Tuhan sudah kasih ini berkat buat kamu. Aku banyak belajar dari suami, dengan berbagi kita enggak akan kekurangan,” tuturnya.

Sandra pun mengaku masih berkomunikasi dengan orangtua dari Papua yang dulu dia temui di rumah sakit. Bahkan, tak jarang juga Sandra turut memberikan hadiah kepada Joel. (Elg/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya