Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SESI karpet merah (red carpet) merupakan momen yang ditunggu-tunggu para selebritas untuk memamerkan gaya fesyennya kepada publik. Tidak terkecuali bagi aktris kelahiran Australia, Cate Blanchett, 51.
Sebagai aktris dan juga ketua juri Festival Film Venesia (Venice Film Festival) 2020, Blanchett tentu mendapatkan perhatian khusus dari para fotografer saat sesi karpet merah pembukaan ajang tersebut pada Rabu (2/9).
Saat itu, perempuan berambut pirang tersebut mengenakan gaun biru tua yang mengilap dengan bagian lengan yang lebar rancangan Esteban Cortazar. Namun, gaun itu rupanya sama dengan yang dipakainya pada ajang BFI London Film Festival pada 2015.
Bukan kali ini saja Blanchett mengenakan gaun lamanya. Kesengajaan itu juga terlihat saat pembukaan Cannes Film Festival yang ke-71 pada 2018. Ia mengenakan gaun Giorgio Armani Prive berwarna hitam yang pernah dikenakannya pada Golden Globe 2014 saat ia menyabet penghargaan aktris terbaik dalam kategori fi lm drama berkat perannya di Blue Jasmine.
Dikutip dari Entertainment News, kemarin, penata mode Blanchett, Elizabeth Stewart, menyampaikan dengan memakai gaun lamanya, Blanchett menunjukkan konsistensinya dalam menyadarkan publik akan pentingnya fesyen yang berkelanjutan (sustainable fashion).
Dalam wawancaranya dengan Women’s Wear Daily (WWD), Blanchett mengatakan ia sengaja mengenakan gaun lamanya untuk tujuan khusus, yaitu keberlanjutan di dunia fesyen. Menurutnya, sesuatu yang indah muncul dari keberlanjutan.
“Ketika Anda tahu dunia mengon sumsi 18 miliar potong pakaian dalam setahun dan kenyataan bahwa angka ini melonjak 400% dari satu dekade lalu, Anda akan benar-benar tersentak,” ujar peme r an Elizabeth I dalam film Elizabeth (1998) itu dikutip dari laman Harper’s Bazzar.
Cate Blanchett memang dikenal selalu bijaksana dan berhati-hati saat mempertimbangkan apa yang ia kenakan di karpet merah. Ibu empat anak itu berhasil menduduki puncak daftar tamu dengan pakaian terbaik, menjadi model atau patokan untuk apa yang dikenakan saat menghadiri upacara, pemutaran perdana fi lm, dan acara penghargaan lainnya.
Kini, Blanchett menggunakan pengaruhnya itu untuk menyadarkan publik tentang efek merusak dari pakaian tersebut pada masyarakat.
Kesetaraan gender
Bukan hanya fesyen, konsistensi sikap Blanchett juga ditegaskannya dengan terus menyuarakan kesetaraan gender di industri fi \lm. Karena alasan tersebut, peraih dua Piala Oscar itu mengatakan ia lebih suka disebut sebagai seorang ‘aktor’ daripada ‘aktris’. “Bukan sebagai pernyataan politik, tapi saya selalu menyebut diri saya sebagai ‘aktor’,” ujar Blanchett.
Kehadiran Blanchett sebagai juri dalam Festival Film Venesia tahun ini cukup memberikan pengaruh positif saat sebelumnya festival film tersebut menuai banyak kritikan karena sejumlah praktik diskri minatif terhadap si neas perempuan.
“Saya pikir karya yang baik adalah karya yang tidak memedulikan orientasi seksual dari sang pembuatnya,” tutur Blanchett seperti dilansir dari The Guardian. Berkat sumbangsih Blanc hett, Festival Film Venesia tahun ini menuai banyak pujian karena delapan sutradara perempuan berhasil terpilih masuk sebagai nominator dalam festival film ini. (Ant/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved