KunoKini Batal Tampil Di Eclipse Festival Palu 2016
Micom
07/3/2016 19:25
(ANTARA/Muhammad Adimaja)
ECLIPSE Festival 2016 yang dilaksanakan hari Senin 7 Maret hingga Jumat 11 Maret meninggalkan kesan buruk untuk KunoKini.
Bermula dari tawaran manggung di festival tersebut setahun yang lalu, tepatnya Maret 2015, oleh Atiqah Sin selaku perwakilan organizer Interstellar dengan meyakinkan akan menggandeng kru-kru profesional yang sudah terbiasa mengerjakan festival berskala internasional seperti Osirion Records, Punkadelik, Strawberry Fields Festival, Boom Festival, Re:birth Festival, Space Gathering, Hypnodisk, Earthdance Australia dan Hasan Bahasvuan Institute of Art.
"Tentu saja KunoKini menerima tawaran baik tersebut dengan syarat panitia diharuskan memberi dana dengan jumlah tertentu di muka untuk mengunci jadwal," kata personil KunoKini Dzulfikri Putra Malawi.
Namun tak disangka ketika komunikasi kedua belah pihak mulai aktif di awal bulan November 2015, mulai terasa adanya kejanggalan. Kejanggalan pertama yang dirasakan pihak KunoKini, pihak Interstellar tidak memiliki kontrak acara dan menurut mereka seluruh artis berskala internasional yang mereka datangkan tidak menggunakan kontrak apa pun.
KunoKini akhirnya memberikan kontrak standar pertunjukan KunoKini dan Interstellar diwakili Atiqah Sin menandatanganinya di atas meterai. Kejanggalan berikutnya, banyak email sehubungan keperluan teknis dan informasi penting yang dikirim pihak KunoKini tidak pernah dijawab.
Menurut Dzul, informasi-informasi penting selayaknya suatu festival diadakan seperti, jadwal tiket penerbangan, jadwal sound check, detail-detail penyediaan rider, rundown, transportasi, akomodasi, fasilitas artis selama acara dan lain-lain diterima secara sangat tidak profesional.
"Selain seluruh informasi tersebut didapat dengan cara mengejar-ngejar pihak Interstellar melalui telepon, info tersebut juga disampaikan via sms dengan sangat tidak rinci. Sehingga selalu harus ditanyakan ulang kembali satu persatu," katanya.
Kejanggalan-kejanggalan tersebut mencapai klimaksnya seminggu yang lalu. Tiket pesawat rombongan KunoKini dari Jakarta-Palu PP untuk tanggal 6 Maret yang dijanjikan panitia akan disediakan dua minggu sebelum acara, tidak dikirimkan via email hingga 4 hari sebelum hari pelaksanaan festival. Alasannya pihak travel agen lalai mengirimkan tiket tersebut via email.
Namun ketika di-follow up oleh KunoKini ke travel agent bersangkutan, terkuak bahwa pembayaran tiket pesawat sama sekali belum dilakukan oleh pihak panitia. Setelah dikonfrontasi ke pihak panitia perihal tersebut barulah tiket pesawat Jakarta-Palu PP diterima pada hari Jumat, 4 Maret.
Melihat situasi kurang baik seperti itu, maka pihak KunoKini memberi ultimatum bahwa pelunasan fee yang sedianya tertera di dalam kontrak bisa dilakukan paling lambat di hari penerbangan tim KunoKini ke Palu menjadi sehari sebelum tanggal penerbangan dan harus dilakukan pagi hari dengan konsekuensi KunoKini akan membatalkan pertunjukannya apabila ultimatum tersebut tidak dilaksanakan.
"Sangat disayangkan respon yang diberikan pihak Interstellar seperti tidak mengerti situasi genting yang sedang dihadapi. Bahkan cenderung tidak sopan."
Selain mereka berusaha mengingkari poin-poin yang ada di kontrak seperti salah satunya tidak mau membayar bagasi, mereka juga memberi alasan kalau pembayaran dilakukan melalui rekening bank di Singapura (Atiqah Sin & tim adalah warga negara Singapura & Perancis yang menetap di Bali) dan prosesnya memakan waktu 2-3 hari. Melihat tendensi negatif seperti itu akhirnya KunoKini menyatakan pembatalan pertunjukan mereka pada hari Sabtu, 5 Maret via halaman fanpage Facebook mereka.
"Harapan KunoKini melalui pemberitaan seperti ini, semoga tidak ada lagi model-model organizer seperti Interstellar tumbuh dan memberikan kerugian materiil dan non materiil terhadap musisi dimana pun. Perlu diketahui selama masa promosi pihak Interstellar menggunakan image dan lagu Reinkarnasi dari KunoKini yang sudah diberikan izin sebelumnya di halaman situs mereka." (OL-1)