Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMI Manusia, satu dari tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer akan tersaji dalam bentuk film layar lebar lewat sutradara Hanung Bramantyo, 43. Menurutnya, mengangkat kisah dari karya sastra klasik bisa menjadi cermin bangsa dan pembelajaran bagi generasi saat ini.
Hanung mengaku merasa terharu ditunjuk sebagai sutradara yang menggarap film Bumi Manusia, kisah yang diambil dari buku dengan judul sama karya Pramoedya Ananta Toer. Karya Pramoedya yang ia baca kali pertama ialah Perburuan, baru kemudian Bumi Manusia. Sutradara Sultan Agung ini pun mengenang kisah semasa SMA saat ia mulai membaca karya-karya Pram.
"Saya menikmati karya Pram saat usia remaja ABG, itu pun harus secara sembunyi-sembunyi. Bentuk bukunya stensilan, harus giliran baca dengan teman. Bahkan saat itu kalau baca, pintu kamar harus dikunci, takut digedor. Sekarang justru dirayakan, saya senang," ungkapnya seusai perilisan trailer Bumi Manusia di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Film yang direncanakan tayang pada Agustus ini, menjadi suatu momentum untuk merayakan karya Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar Indonesia yang pernah menjadi kandidat penerima nobel dan meraih Ramon Magsaysay Award pada 1995.
Hanung melakukan riset dan membedah teks untuk menjaga orisinalitas karya dan membuat interpretasi yang tetap relevan dengan situasi sejarah.
"Setelah menggarap Sang Pencerah, Bumi Manusia adalah impian saya. Film Bumi Manusia, saya harap akan membuka peluang sastra klasik lain untuk difilmkan. Karya-karya Armijn Pane, Romo Mangun, Idrus, akan jadi luar biasa ketika diangkat ke layar lebar," tutupnya. (H-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved