Slamet Rahardjo Tidak Ingin Termakan Hoaks

Galih Agus Saputra
04/6/2019 04:20
Slamet Rahardjo Tidak Ingin Termakan Hoaks
Slamet Rahardjo( ANTARA FOTO/Dodo Karundeng)

Demi mencukupi kebutuhan informasi, ia lebih suka mengandalkan saluran media arus utama yang ada di Indonesia karena sumbernya lebih dapat dipercaya.

MELIHAT kondisi politik dan kebangsaan Tanah Air beberapa waktu belakangan ini, aktor senior Indonesia, Slamet Rahardjo, 70, mengaku tak ingin termakan kabar bohong (hoaks) yang banyak beredar di media sosial dewasa ini.

Demi mencukupi kebutuhan informasi, ia lebih suka mengandalkan saluran media arus utama yang ada di Indonesia karena sumbernya lebih dapat dipercaya. "Yang saya lihat cuma di saluran resmi, yang hoaks saya tidak pernah lihat. Kita kan punya naluri koreksi, self censorship, kenapa harus mengotori isi kepala dengan hal seperti itu?" tuturnya, saat ditemui di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (27/5).

Terkait dengan hasil Pemilihan Presiden 2019, Slamet mengucapkan selamat, sekaligus memberikan doa bagi kedua belah pihak yang telah berhadapan dalam Pilpres 2019. Ia juga berharap agar pihak yang belum terpilih dapat segera sadar karena pada dasarnya dalam kondisi demikian tidak ada kata 'kalah' atau 'menang'. Semuanya, menurut Slamet, ialah untuk kebaikan bersama dan demi kehidupan berbangsa.

"Saya doakan yang merasa kalah segera sadar bahwa ini sebenarnya tidak ada kalah-menang karena ini buat bangsa. Yang menang juga jangan memaki karena menangmu itu kan karena memang rakyat kebetulan percaya pada kebenaran kamu. Jadi buat saya, sudahlah tidak usah saling merendahkan," imbuh kaka kandung Eros Djarot itu.

Belajar kalah

Dalam pembacaan situasinya sejauh ini, Slamet melihat bahwa tampaknya banyak orang di Indonesia yang sedang membutuhkan 'obat pusing'. Meski demikian, hal itu ia anggap lumrah karena yang namanya hidup itu pasti memiliki perjalanannya masing-masing. Bagi Slamet hidup juga bukanlah pertandingan, hidup itu adalah perjalanan yang mana memiliki semacam garis imajiner untuk saling menghubungkan.

Oleh karena itu, Slamet lantas mengatakan bahwa di setiap kesempatan, orang-orang sebaiknya jangan cuma belajar untuk menjadi pemenang. Mereka juga harus belajar tentang kekalahan. Kekalahan itu sendiri menurutnya ibarat kembali lagi dalam rahim seorang ibu.

"Jadi, sekali lagi, tidak ada kalah-menang dalam hidup ini. Siapa pun kita, belajarlah tentang kekalahan, jangan hanya belajar tentang kemenangan. Bukan bermaksud merendahkan, tapi buat saya belajar kalah itu penting karena dari situ raga kita akan kembali dalam kandungan ibu untuk dilahirkan kembali dalam suci," tuturnya. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya