Perjuangan Korban Pemerkosaan Atasi Trauma dalam 27 Steps of May

Mediaindonesia.com
23/4/2019 09:00
Perjuangan Korban Pemerkosaan Atasi Trauma dalam 27 Steps of May
Adegan May yang diperankan Raihaanun dan dan Bapak yang diperankan Lukman Sardi dalam Film 27 Steps of May.(Istimewa)

FILM 27 Steps of May karya Sutradara Ravi Bharwani diputar secara khusus di depan para aktivis perempuan dan korban kekerasan seksual pada Kamis (18/7) di CGV, FX Sudirman.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, film ini mengangkat pengalaman seorang perempuan untuk keluar dari trauma peristiwa pemerkosaan dan perjuangan seorang ayah selama delapan tahun mendampingi anak perempuannya untuk menemukan kembali hidupnya.

Setelah pemutaran dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berkesempatan hadir dalam acara tersebut adalah Ravi Bharwani (sutradara dan produser), Rayya Makarim (penulis dan produser), Wilza Lubis (produser), Raihaanun (pemeran May), Lukman Sardi (pemeran bapak), dan Olin Monteiro (Women’s March).

Dalam sesi tersebut, pengelola radio buruh perempuan Marsinah FM sekaligus pemimpin Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Dian Septi mengapresiasi kekuatan film ini yang digarap detail sehingga mampu menggambarkan pergulatan batin seorang korban.

"Film ini bisa menggambarkan emosi seorang korban. Bagaimana seorang ayah berelasi dengan korban dan bergulat sampai kemudian 27 langkah May menuju kemerdekaannya. Itu sesuatu banget. Aku harap film ini bisa berkontribusi dalam penanganan korban," kata Dian yang juga produser film dokumenter Dari Angka Jadi Suara mengenai kekerasan seksual yang dihadapi para buruh perempuan di pabrik.

Pengelola media perempuan Konde.co sekaligus Dosen Kajian Media Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina, Luviana berharap film ini dapat diputar di banyak tempat sebagai bagian dari perjuangan melawan kekerasan perempuan. "May adalah pahlawan buat saya. Harus ada banyak guru dan dosen yang menceritakan ini ke anak-anak."

"Bagian yang paling saya suka dari film ini adalah May sebagai subjek. May dibiarkan saja menghadapi traumanya sampai sembuh. Menurutku film ini menggambarkan bahwa korban punya batasan sendiri cara dia mengatasi traumanya. Sering kali kita merasa tahu perasaan korban dan memberi nasihat. Padahal korban ternyata hanya butuh didengarkan dan ditemani. Itu persis yang dilakukan karakter Bapak dalam film ini," tambah aktivis perempuan Veronica Iswinahyu dari @purplecode_id.

Sutradara Ravi Bharwani menceritakan pengalamannya memutar film ini di Busan Internasional Film Festival pada akhir tahun lalu. Ketika itu seorang penonton perempuan Korea, yang juga korban pemerkosaan ketika masih kecil, mengapresiasi film ini karena dapat menginspirasinya dalam menghadapi trauma kejadian pemerkosaan.

"Si penonton itu juga memberikan kami sebuah kue macaroon sebagai tanda apresiasinya yang kami anggap sebagai trofi terbesar untuk kami dan film ini," ungkap Ravi.

"Kami terharu sekali karena komunikasi film ini bukan hanya terhadap penonton umum tapi juga terhadap korban. Mungkin film ini punya reaksi yang berbeda. Kami tidak bisa prediksi sama sekali. Mungkin akan ada yang shock, mungkin ada juga yang akan terinspirasi agar lebih kuat dalam menghadapi persoalan seperti ini," lanjut Ravi.

Selain pertanyaan mengenai isu yang diangkat dalam film ini yaitu trauma pascakekerasan seksual terhadap perempuan, Lukman Sardi dan Raihaanun juga ditanya mengenai persiapan dan syutingnya.

"Persiapan yang saya lakukan adalah saya banyak berkomunikasi bersama Ravi dan Rayya. Waktu diskusi dengan mereka itu sangat penting. Adegan pemerkosaan saya pilih untuk dilakukan di awal syuting —di hari pertama, sehingga saya bisa membawa trauma tersebut dalam proses syuting selanjutnya," ujar Raihaanun.

27 Steps of May segera tayang di bioskop-bioskop pada 27 April 2019, bersamaan dengan adanya Women’s March yang diadakan di 24 kota di Indonesia.

"Buat kami—dari gerakan perempuan—pemerkosaan itu adalah kejahatan kemanusiaan dan memang harus kita berantas. Salah satunya dengan cara disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. Maka kami mendukung film ini. Pada acara Women’s March nanti juga akan ada pemain yang ikut orasi bersama untuk menyuarakan isu-isu terhadap perempuan," ujar Olin Monteiro.

"Saya sudah lama banget tidak mengalami, pada saat pemutaran film saya ada orang yang sebegitu intens dan dalam menyikapi film. Buat saya ini hal yang luar biasa dan bikin saya speechless. Terima kasih atas dukungan yang luar biasa ini," ungkap Lukman Sardi.

Film berdurasi 112 menit ini dibintangi oleh Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman. Skenario digarap oleh Rayya Makarim, yang sekaligus menjadi produser film ini bersama Ravi Bharwani dan Wilza Lubis.

Film 27 Steps of May pertama kali diputar di Busan International Film Festival 2018 lalu. Setelah itu film ini diputar di beberapa festival film internasional, antara lain Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, dan Bengaluru International Film Festival. Film panjang ketiga Ravi Bharwani ini juga meraih film terbaik (Golden Hanoman Award) kategori film panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Lalu pada ajang Film Festival Tempo 2018 berhasil menyabet dua piala penghargaan, Rayya Makarim sebagai Penulis Skenario Pilihan Tempo dan Raihaanun sebagai Aktris Pilihan Tempo. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya