Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIKUS sekaligus legenda hidup, Iwan Fals, 57, meresmikan galeri lukisan barunya di Panggung Kita, Leuwinanggung, Depok, Jawa Barat. Galeri bernama Suara Hati yang memuat sekitar 50 lukisan dan terletak di halaman belakang kediamannya itu diresmikan Iwan bersama sang istri, Rosana.
Semua lukisan dibuat Iwan sendiri sejak Ramadan tahun lalu. Ia mengaku belakangan sering melukis lantaran beberapa waktu lalu sempat mengalami cedera di bagian pundak dan lengan kanannya. Bahkan cedera itu memaksanya untuk dirawat di rumah sakit dan menjalani serangkaian operasi.
Oleh karena itu, ia mengaku bahwa sebenarnya ia tidak tahu bagaimana awal mula dirinya bisa menjadi semakin gemar dengan kebiasaan lamanya tersebut. Namun, ia menduga hal itu muncul lantaran perasaan bosan berada di rumah sakit.
Sebelum muncul keinginan melukis, biasanya laki-laki bernama lengkap Virgiawan Listanto itu sambil rebah di tempat tidur sesekali menulis sajak untuk lagu. Namun, kemudian muncul keinginan melukis, terutama setelah tangannya mudah digerakkan pascaoperasi, sehingga ia terus melukis, hingga kemudian tercipta banyak karya lukisnya.
"Soal melukis ini ada sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata. Bukan hanya cuma soal nikmat, tetapi kalau saya rasakan, ada sesuatu yang ajaib. Saya kemudian hanya mengikuti alur, mengalir saja," tuturnya, saat ditemui di sela-sela peresmian galeri Suara Hati, Senin (15/4) malam.
Dalam peluncuran galeri lukis itu Iwan juga mengundang kerabat dekat dan teman-teman seniman, seperti Hanafi Muhammad, Tommy F Awuy, dan Jason Ranti. Pada kesempatan itu pula, ia sempat menceritakan bahwa semula ia tidak pernah menyentuh cat dan kanvas hadiah dari Rosana, sang istri.
Padahal, hadiah tersebut ia peroleh tiga tahun lalu. Namun, ketika tangannya cedera dan sakit, barulah ia menyentuhnya. Meskipun ia melihat cat lukis hadiah itu mulai agak kering, Iwan tetap memanfaatkannya dan setelah itu ia terdorong untuk terus melukis.
"Rasanya kepingin saja melukis dan bersyukur sekali teman-teman semuanya support saya," tuturnya.
Silakan nikmati
Iwan mengatakan, untuk aktivitas melukis itu beberapa temannya juga sempat memberinya cat. Meski demikian, ia mengaku tidak tahu apa aliran lukisannya. Ia bahkan mengaku belum berani berbicara banyak soal lukisannya karena takut mereduksi makna di dalamnya.
Karena itulah, Iwan mempersilakan siapa pun untuk menikmatinya saja, sambil memahami makna di dalamnya. Selain itu, sekadar membubuhkan tanda tangan di atas lukisan pun, ia juga tidak berani.
Pelukis Hanafi Muhammad yang hadir di galeri tersebut mengaku senang dapat menjadi salah seorang yang bisa mendukung proses berkesenian Iwan. Menurutnya, yang dilakukan Iwan kali ini telah menjembatani tradisi melukis seniman barat dan timur.
Hanafi mengungkapkan, selama ini seniman di barat selalu membubuhkan tanda tangan di setiap karya lukis mereka. Tidak seperti orang-orang di timur yang punya alat kesenian, misalnya gamelan, tapi mereka bahkan tidak pernah menandatangani penemuan-penemuan itu.
"Iwan telah menyiasatinya dengan membubuhkan tanda tangan di balik lukisan. Soal aliran, saya juga punya anggapan selama ini kadang-kadang aliran tidak selalu dapat menampung laku dan cita rasa berkesenian beberapa orang tertentu. Ada yang impresionis, ada yang surealis, ada yang idealis, macam-macam," tuturnya.
Terlepas dari itu, Iwan mengaku bahwa ia memperoleh pengalaman spiritual yang sama dalam menciptakan lagu dan melukis. Namun, ujarnya, pengalaman spiritual yang ia peroleh saat melukis dan menyanyi di panggung berbeda. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved