Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERHATI anak Seto Mulyadi, 67, yang akrab dipanggil Kak Seto, mengatakan dirinya kerap menolak tawaran untuk menjadi politikus, masuk partai politik, bahkan jabatan menteri sebab dia tetap ingin menjadi 'tukang momong anak-anak Indonesia'.
"Itu sesuai dengan amanat Pak Kasur," kata Kak Seto kepada wartawan saat peringatan 49 Tahun Pengabdian Kak Seto di Dunia Anak-Anak, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis (4/4).
Ia mengatakan 49 tahun lalu, tepatnya 4 April 1970, dia diterima menjadi asisten Pak Kasur yang saat itu dikenal sebagai pendidik dan pemerhati anak. "Beberapa bulan kemudian, September 1970, waktu sedang membereskan angklung bersama, beliau berkata 'Dik kalau saya mati, Adik yang harus meneruskan perjuangan saya'," tuturnya.
Kak Seto menambahkan, saat pertama kali datang ke Jakarta dia bekerja sebagai kuli pasar dan tukang batu untuk hidup. Bahkan saat menjadi asisten Pak Kasur, dia masih menjadi kuli pasar dan tidur di emperan pasar. "Hanya saat bersama anak-anak saya memakai baju saya yang paling rapi," ucapnya.
Karena itu, untuk mengenang pengalamannya di masa lalu, Kak Seto menggunakan pakaian seperti kuli pasar dalam peringatan itu, yakni pakaian hitam lusuh dengan topi caping. (Ant/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved