Arifin putra Kutuk PenembakanSelandia Baru

(Ant/H-3)
19/3/2019 00:00
Arifin putra Kutuk PenembakanSelandia Baru
( MI/PANCA SYURKANI)

AKTOR Arifin Putra, 31, menyebut bahwa peristiwa penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3), murni serangan kemanusiaan. Ia pun mengutuk peristiwa tersebut dan menganggapnya sebagai sebuah tragedi.

"Aku lebih ngelihat ini ke sisi kemanusiaan, mungkin ada yang ngelihat ke arah agama dan lain-lain. Aku lihat ini adalah masalah kemanusiaan dan serangan kemanusiaan," kata Arifin saat ditemui di Jakarta, Sabtu (16/3).

Menurutnya, pelaku penembakan tersebut memiliki gangguan jiwa karena memiliki pemahaman yang ekstrem. "Dia sakit jiwa dan seharusnya dia tidak boleh bebas, dia enggak boleh berkeliaran bebas," imbuh pemilik nama Putra Arifin Scheunemann itu.

Pemain Foxtrot Six itu pun memuji pemerintah Selandia Baru yang telah bekerja cepat dengan langsung mengganti undang-undang tentang kepemilikan senjata api. "Harus dikenai hukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar pria kelahiran Mainz, Jerman, 1 Mei 1987 itu.
Aksi penembakan keji itu terjadi di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pukul 13.40 waktu setempat, dan menewaskan sedikitnya 50 orang.
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya