Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS senior Christine Hakim, 62, menyatakan prihatin menyaksikan anak muda yang mudah melakukan tindakan intoleransi. Namun, ia tidak menyalahkan sepenuhnya kepada mereka karena di balik sikap tersebut terdapat peran keluarga serta dampak dari era masyarakat yang kurang membangun manusia Indonesia berdasarkan identitas bangsa.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan yang harus disyukuri. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap masyarakat untuk menjunjung tinggi toleransi untuk sesama.
Dengan saling toleransi, menurut perempuan bernama lengkap Herlina Christine Natalia Hakim, perdamaian bisa tercipta.
Perempuan kelahiran Jambi 25 Desember 1956 itu pun membagikan pengalamannya saat mendapat perlakuan intoleransi dari orang lain. Ketika ia membagikan makanan di suatu acara, ujarnya, ada pihak yang mengatakan bahwa makanan yang ia bagikan haram, hanya karena dukungan politik ia dan orang tersebut berbeda.
"Pada saat buka puasa bersama di masjid, pendukung paslon (pasangan calon) lain mengatakan makanan dari saya haram. Kalau mengikuti hati, pasti ingin marah. Tapi saya bilang, saya sudah memaafkan ibu dan ibu itu ialah korban," cerita Christine di tengah memperkenalkan film terbarunya berjudul Bumi itu Bulat di kantor Media Group, Selasa (12/3).
Pemeran Cut Nyak Dien dalam film Tjoet Nja’ Dhien tersebut meyakini, tidak ada yang berat dalam melakukan toleransi. Selama memahami kehidupan sebagai sebuah keberagaman, toleransi mudah dilakukan. Baginya, penting sekali menempatkan toleransi pada tempatnya.
Ia pun memberikan contoh bagaimana ia melakukan toleransi dalam berumah tangga. Christine yang menikahi seorang Belanda mengaku berada dalam hubungan dengan orang yang memiliki banyak perbedaan. Meski begitu, sebagai suami dan istri, keduanya sebisa mungkin saling memahami dan melengkapi.
"Saya yakini satu saja, Tuhan pasti tahu segala sesuatu. Pada saat kita menerima ketentuan Tuhan (atas keberagaman) dengan ikhlas, perbedaan itu tidak ada. Karena kita sudah menerimanya dengan ikhlas seperti itu, apa pun perbedaannya, pasti ada yang baik sebagai maksud dari Tuhan. Maka kebaikannyalah yang saya lihat," paparnya.
Suarakan kebaikan
Terkait dengan film Bumi itu Bulat yang dijadwalkan mulai tayang di bioskop pada 11 April mendatang, Christine berperan sebagai dekan sebuah perguruan tinggi. "Saya menjadi dekan yang berusaha konsisten untuk menjaga sikap sebagai seorang pendidik. Yang menjaga toleransi yang ada di dunia kampus," ujarnya.
Ditanya mengenai genre film yang belum pernah diperankannya, ia menjawab dengan yakin semua genre sudah pernah ia perankan. Film horor akan melengkapinya, dan kini sedang dalam tahap syuting. Christine memerankan tokoh perempuan jahanam. Seperti film-filmnya yang lain, perannya kali ini tentu dinanti pencinta film Tanah Air.
Pemenenang sederet penghargaan nasional dan internasional untuk perannya di layar lebar itu juga menceritakan pengalamannya ketika harus bertoleransi saat mendapatkan peran sebagai penari Bali yang memiliki keyakinan sebagai penari Sang Hyang yang merupakan tarian dewa. Artinya, Christine yang seorang muslim harus memerankan tokoh seorang Hindu.
"Suatu hari ada adegan saya harus berdoa di depan pura. Saya mengangkat kedua tangan di atas kepala. Namun, itu hanya untuk kebutuhan film. Sementara itu, hati saya berdoa kepada Tuhan saya. Dan Tuhankan tahu isi hati manusia karena segala sesuatu dari niat meski berat bagi saya untuk memulainya," tuturnya.
Ia juga menyadari, kepopuleran yang dimilikinya bukan tanpa maksud. Ia meyakini Tuhan percayakan sesuatu padanya. Dengan begitu, melalui karya film, kemampuan aktingnya, dan popularitasnya, ia manfaatkan untuk ikut menyuarakan hal baik dan membantu orang lain.
"Saya merasa saya ada di sini untuk bisa menyuarakan toleransi yang ada. Saya memiliki cerita, begitu pun dengan teman-teman yang lain. Jadi, kita bisa saling berbagi dan menyuarakannya," tukasnya. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved