Garin Nugroho Fokus ke Seni Pertunjukan

Galih Agus Saputra
12/3/2019 00:45
Garin Nugroho Fokus ke Seni Pertunjukan
(MI/PANCA SYURKANI)

PRODUSER sekaligus sutradara Garin Nugroho, 57, kini tengah fokus pada seni pertunjukan. Menurutnya, berbagai kota di dunia kini sangat membutuhkan ruang untuk industri kreatif. 

"Salah satu industri kreatif yang cukup kuat, ya seni pertunjukan. Investasinya kalau di kota-kota, seperti New York, London, dan lain sebagainya sangat besar," katanya saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu (2/3).

Lulusan Fakultas Sinematografi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) 1985 itu juga mengatakan, bakat kreator seni pertunjukan di Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan kreator dari negara lain. Namun, sambungnya, manajemen dan ruang untuk tumbuh kembangnya harus diperhatikan. 

Oleh karena itu, ia kemudian merawat proses kreatif kreator sekaligus pementas seni pertunjukan di Indonesia lewat Garin Workshop, yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation. Upaya Garin bersama Bakti Budaya Djarum Foundation dalam memacu daya cipta kreator seni pertunjukan di Indonesia lantas mewujud dalam bentuk program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia. 

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2016, program tersebut kian diminati para kreator. "Antusiasmenya dari tahun ke tahun sungguh luar biasa. Tahun ini ada 400 proposal yang dikirim ke kami dan ada 14 proposal seni pertunjukan yang kemudian kami pilih," kata laki-laki kelahiran 6 Juni 1961 tersebut.

Gandeng mentor
Sutradara penggarap video klip lagu Negeri di Atas Awan yang dinyanyikan Katon Bagaskara itu turut menggandeng sejumlah mentor. Mereka bekerja sama untuk menyiapkan pertunjukan kelompok seni terpilih. Di sana ada seniman, seperti Djaduk Ferianto, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Ruth Marini, dan Butet Kertaradjasa.

Adapun 14 kelompok seni yang dipilih tahun ini, di antaranya Fat Velvet (Bandung), Studio Batu (Yogyakarta), Balaan Tumaan Ensemble (Pontianak), I_pendalangan (Bali), dan Indonesia Art Movement (Papua). 

Mereka semua digodok sejak awal rangkaian program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia, mulai roadshow bincang kreatif, seleksi proposal, lokakarya manajemen produksi, hingga puncak acara pementasan karya yang berlangsung setiap akhir pekan dan dimulai sejak bulan ini hingga pertengahan April mendatang di Galeri Indonesia Kaya.

Menurut sutradara yang namanya mulai dikenal melalui film Cinta dalam Sepotong Roti itu, potensi kreator seni pertunjukan di Indonesia yang sungguh luar biasa akan menjadi sia-sia jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, ia juga merasa bertanggung jawab untuk menjaga pertumbuhannya. 

Dalam pertumbuhan tersebut, ada beberapa aspek yang menurut Garin harus diperhatikan, antara lain industri, sumber daya manusia, dan proses intelektual. "Semua itu kemudian terangkum menjadi satu dalam rangka merawat kebudayaan," tutupnya. (H-1)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya