Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGU-LAGU kenangan menjadi kunci bagi musikus Mondo Gascaro dalam menghidupkan atmosfer ‘zadul’ di film Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body).
Dalam album original motion picture soundtrack - Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) yang dirilisnya Desember lalu, paling tidak ada empat lagu lawas yang diaransemen ulang: Bimbang Tanpa Pegangan, Apatis, Hanya Semalam, dan Rindu Lukisan.
“Tembang kenangan sejak awal memang menjadi perhatian Mas Garin. Ini sebagai penanda zaman agar dapat membawa penonton ke masa-masa yang ada di dalam film,” kata Mondo, dalam acara bedah album yang turut dihadiri sang produser, Ifa Isfansyah dan produser eksekutif, Panji Prasetyo, di Jakarta, medio pekan ini.
Lagu Hanya Semalam dan Rindu Lukisan yang merupakan buah tangan komposer Ismail Marzuki menandai masa kecil Juno nama karakter utama dalam film ketika ia mendengarkan lagu-lagu kesukaan sang ayah.
“Karena latar filmnya 1970-an, otomatis lagu (ayah)nya dari era 1950-an. Yang Langsung terbayang ya Ismail Marzuki,” ujar Mondo. Uniknya, lagu Rindu Lukisan dalam album soundtrack ini ternyata dinyanyikan oleh ayah Mondo, Tilly Haryanto. “Waktu itu bersama Mas Garin kami mendengarkan ayah saya bernyanyi, lalu kok kedengaran enak, ya sudah akhirnya kita rekaman,” tutur Mondo sambil tertawa ringan.
Mondo juga menggandeng musikus Danilla Riyadi untuk menyanyikan lagu Bimbang Tanpa Pegangan karya Saiful Bahri. Tidak kalah menarik, Mondo juga menyanyikan lagu Dari Seberang yang liriknya ditulis sendiri oleh Garin sendiri.
“Pertama-tama, saat itu saya kirim aransemennya ke Mas Garin. Saya minta dengarkan, dan kemudian Mas Garin menulis liriknya,” kata Mondo menguraikan prosesnya. Selain Dari Seberang, Mondo juga membawakan lagu Apatis. Karya Inggrid Widjanarko itu menjadi single andalan album ini karena merupakan favorit mereka. Dalam film, lagu yang dulunya menjuarai Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) 1978 itu, digunakan dalam adegan
penutup.
Dalam sesi bedah album tersebut, Mondo kemudian memutarkan video klip Apatis yang menjadi ‘pemanasan’ jelang tayangnya film Kucumbu Tubuh Indahku di jaringan bioskop Tanah Air mulai 18 April mendatang.
Di samping lagu-lagu bernuansa zadul, album ini juga menyertakan lima monolog yang dibacakan langsung oleh Rianto Manali, maestro tari Lengger yang kisah hidupnya menjadi inspirasi cerita film Kucumbu Tubuh Indahku.
Ifa, kepada Media Indonesia mengatakan, Garin memilih kisah hidup Rianto karena keduanya pernah bekerja sama dalam sebuah proyek. “Karena beliau tahu latar belakang Rianto, lalu dibuatlah film ini,” ucapnya. (*/M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved