Maudi Ayunda Bingung Memilih Stanford atau Harvard

Indriani Astuti
05/3/2019 00:00
Maudi Ayunda Bingung Memilih Stanford atau Harvard
(MI/Sumaryanto Bronto)

AKTRIS dan penyanyi Maudy Ayunda, 24, mengaku tengah gundah karena berada di antara dua pilihan sulit. Kegalauannya itu dibagikannya di akun Instagram pribadinya, Senin (4/2).

"Sekarang saya sedang mengalami sebuah dilema," cicitnya di akun @maudyayunda, sambil mengunggah sebuah foto dirinya berkaus merah dengan tulisan 'Stanford University'.

Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994 itu menuturkan baru saja diterima untuk melanjutkan program strata dua di Stanford Graduate School of Business. Sebelumnya, Maudy juga diterima di Harvard Graduate School of Education. Pemberitahuan tersebut diterima Maudy secara tertulis dan lisan melalui sambungan telepon.

Maudy sama sekali tidak menyangka dia bisa menembus dua kampus bergengsi di Amerika Serikat itu karena jurusan yang dia inginkan terkenal sulit, bahkan hanya sedikit yang bisa diterima. "Tiap tahap lamaran saya harus mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu berharap. Rasanya mustahil bisa masuk."

Saking senangnya saat mendengar kabar diterima di Stanford, dia tidak begitu ingat percakapan di telepon dan hanya bisa berkata, ‘Ya Tuhan’ ke orangtuanya.

Perasaan campur aduk juga dirasakannya saat menerima surat panggilan dari Harvard. Maudy terkenang peristiwa dua tahun lalu, saat dirinya mengunjungi patung John Harvard. "Waktu ke patung John Harvard, jalannya basah sehabis hujan," kata dia sembari mengunggah foto dirinya di depan patung itu.

Gadis berambut panjang itu sengaja mengunjungi kampus Harvard demi berfoto di dekat patung legendaris tersebut meskipun dia harus mengantre karena para wisatawan juga ingin berfoto dengan patung itu.

"Tapi, yang paling penting, saya diingatkan kembali, mimpi kalau dijabarkan ke langkah nyata, menjadi rencana. Kerja keras dan komitmen akan jadi visi, lalu kita akan memetik hasilnya," kata aktris yang mengawali debutnya dalam dunia hiburan Tanah Air lewat film Untuk Rena (2006) itu.

Maudy menyebutkan, situasi dilematik yang dialaminya itu sebuah hal yang menyenangkan baginya dan terkait dengan mimpi besarnya selama ini. "Mimpi itu aneh, yang paling tidak mungkin malah bisa terjadi," tulis pelantun Perahu Kertas itu.

Jadi role model
Sejumlah warganet mengaku kagum dengan Maudy dan terinspirasi karenanya. Seperti diucapkan akun @rachelirenes. "Ya Tuhan aku mau pinter kayak dia dong," cicitnya.

Akun @fikrimauulana juga mengungkapkan hal senada. "Kamu menginspirasi saya," kicaunya.

Bahkan, tak sedikit warganet yang menyebutkan Maudy ialah role model bagi mereka, utamanya para kaum milenial. Menurut mereka, dunia pendidikan di Indonesia perlu banyak figur-figur inspiratif serupa Maudy untuk membuat negara ini maju.

"Indonesia perlu gebrakan baru. Butuh anak-muda fresh yang ikut bantu ‘mengubah’ dan ‘memperbaiki’ pendidikan di Indonesia lewat orang-orang yang concern ke pendidikan. Belum banyak anak muda yang peduli itu," tukas akun @isfarah9. (Ant/H-3)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya