Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kesibukannya sebagai model, pembawa acara, dan aktris, Olga Lydia, 42, tetap aktif mengikuti perkembangan politik Tanah Air. Bahkan, ia juga selalu menyaksikan debat dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres April mendatang.
Pada debat kedua, ia memilih nonton bareng (nobar) acara itu di salah satu mal di Jakarta. Olga pun membagikan kesan yang ia dapatkan dari menonton debat tersebut.
Dari debat itu, ia dan masyarakat lainnya semakin mengenal pasangan yang akan bertarung. Oleh karena itu, ia berharap dalam debat akan banyak ide yang muncul untuk kemajuan Indonesia dalam lima tahun mendatang.
"Penginnya ada satu informasi yang lebih penting dari kedua capres tentang rencana lima tahun kedepan," kata pemeran di film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Ngenest, dan Negeri 5 Menara tersebut.
Olga mengatakan, ia ingin melihat capres mampu menjelaskan visi dan misi mereka lebih detail dan tidak menyampaikan semuanya secara umum. Indonesia sebagai negara yang berpotensi besar menjadi negara maju, tuturnya, harus berhenti membahas negara asing dan nonasing karena saat ini Indonesia harus memperkuat diri agar mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Aktris yang kini tengah sibuk mempromosikan film Ave Maryam itu merasa heran terkait dengan selalu dipermasalahkannya impor di dalam debat. Tentang impor maupun memproduksi barang untuk kita ekspor, lanjut Olga, seharusnya tidak perlu dipertentangkan.
Hal itu karena memang belum memungkinkan untuk membuat seluruh keperluan masyarakat secara mandiri. Selain itu, hal tersebut juga bertentangan dengan globalisasi.
"Globalisasi itu kan intinya mampu membuat sesuatu agar lebih efisien," katanya.
Menurutnya, hal-hal yang tidak bisa dikembangkan masyarakat Indonesia seharusnya bukan menjadi bahan perdebatan, tetapi harus mendapat perhatian yang lebih baik sehingga masyarakat lebih maju.
Ia lalu menunjuk contoh berlimpahnya buah-buahan lokal, seperti salak, durian, dan sawo yang selama ini bisa diekspor. Peluang itu, lanjut Olga, harus mendapat perhatian agar bisa lebih berkembang lagi.
Hadapi tantangan
Perempuan kelahiran 4 Desember 1976 itu pun lalu mengungkapkan beberapa pertanyaan yang ingin ia utarakan kepada para capres, antara lain bagaimana cara menghadapi tantangan ke depan seputar toleransi dan intoleransi. Kemudian, bagaimana menghadapi tantangan tentang implikasi asing terkait dengan radikalisme yang membuat beberapa orang Indonesia berangkat ke Suriah dan Mindanao di Filipina, serta bagaimana mengatasinya.
"Pertanyaan lainnya, bagaimana supaya sumber daya manusia kita bisa bersaing dengan negara lain," ucap Olga.
Lulusan Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung itu juga mengatakan, hal-hal yang perlu diperbaiki di Indonesia, yaitu perihal kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu yang seharusnya menjadi bahan di dalam debat, termasuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Menurutnya, meskipun BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat, masih terdapat banyak permasalahan yang harus diperbaiki. Semua hal itu harus dipertajam dan harus memiliki tujuan untuk menyejahterakan masyarakat. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved