Alya Rohali Debat Capres tidak Pengaruhi Pilihan

Tosiani
20/2/2019 00:00
Alya Rohali Debat Capres tidak Pengaruhi Pilihan
(MI/Tosiani )

ARTIS Alya Rohali, 42, mengaku mengikuti debat calon presiden (capres) sejak awal. Namun, ia memastikan debat capres tersebut tidak akan memengaruhi capres mana yang akan ia pilih pada pemilu yang bakal digelar April mendatang.

"Saya ngikutin dari debat pertama capres. Saya kira itu tidak akan memengaruhi pilihan," katanya saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, akhir pekan lalu.

Pada debat capres kedua yang berlangsung Minggu (17/2) lalu, None Jakarta Barat 1994 itu mengaku menontonnya sembari menjalani pemijatan badan. Saat itu ia baru usai pentas pertunjukan wayang orang dengan lakon Bhisma Mahawira. Di pentas tersebut, ia berperan sebagai Drupadi.

"Waktu itu saya sudah booking pijit pukul 19.00 WIB, jadi sembari," kata Alya.

Keterlibatannya dalam pentas wayang orang, ujar ibu dari tiga anak itu, hanya untuk mengisi waktu luang. Ia berlatih setiap akhir pekan dengan mengikuti arahan sutradara. Namun, Alya merasa peran Drupadi yang ia lakoni cukup familier karena ia mengetahui latar belakang tokoh tersebut dari berbagai cerita komik yang pernah dibacanya sewaktu kecil.

"Saya berlatih di sela-sela kesibukan dan berlatih saat weekend sebatas arahan dari sutradara. Saya tahu latar belakang Drupadi itu siapa, saya cukup familier dengan cerita Pandawa, Kurawa, karena waktu kecil saya membaca komik-komik itu, jadi kayaknya masih melekat (di ingatan) semuanya," terang Alya.

Perannya sebagai Drupadi pada lakon Bhisma Mahawira hanya tiga babak. Tidak banyak dialog yang harus ia lakukan karena pada cerita tersebut Drupadi bukanlah tokoh sentral. Namun, Alya mengaku, saat latihan dialognya dalam bahasa Jawa sering terlalu cepat.

"Peran Drupadi cuma tiga babak. Center perannya juga bukan di Drupadi, jadi dialog saya dalam bahasa Jawa enggak banyak. Tapi (dialog) saya selalu kecepetan. Takut lupa kali ya, jadi pengennya cepet-cepet. Sebetulnya enggak susah, beberapa kali baca saja, lama-lama ingat sendiri," tuturnya.

Tarian Jawa
Satu kesulitan yang dihadapi perempuan kelahiran 1 Desember 1976 tersebut ialah menari Jawa. Alasannya, karena iramanya yang sangat pelan dan halus. Sementara itu, saat sekolah ia hanya belajar menari Melayu dengan irama yang lebih dinamis.

"Belajar menari (Jawa) yang memang agak lama karena menurut saya tari Jawa agak susah. Saya bingung pada ketukannya. Sudah hafal, lupa lagi. Hafal, lupa lagi," ungkapnya.

Alya mengaku perannya dalam wayang orang ini merupakan keterlibatannya yang pertama kali dalam pentas teater. Ia bergabung dalam pentas tersebut karena ajakan teman sekaligus penasaran karena ingin mencoba seni peran teater yang baginya merupakan hal baru.
Akan tetapi, ujarnya, bukan berarti ia akan terjun ke dunia sinetron sebab keterlibatannya dalam wayang orang sebenarnya hanya untuk men-support kegiatan alumni SMA 6 Jakarta.

"Sebenarnya ini sebatas support. Saya belum ada pikiran untuk mendalami lagi" kilahnya.

Namun, Alya mengaku memiliki kesan mendalam saat berperan sebagai Drupadi. Baginya, terlibat dialog dalam bahasa Jawa dan menari Jawa dengan irama yang sangat pelan, terlihat sangat keren. Ia juga mengajak anak-anaknya menonton pertunjukan tersebut agar bisa belajar budaya. (H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya