Livi Zheng Lewat Film Terus Kenalkan Indonesia

Despian Nurhidayat
16/2/2019 01:15
Livi Zheng Lewat Film Terus Kenalkan Indonesia
(Dok MI)

SINEAS muda Indonesia yang sukses berkiprah di Amerika Serikat, Livi Zheng, 29, mengungkapkan, untuk bisa seperti posisinya sekarang, bukanlah perkara mudah. Semuanya ia tempuh melalui perjuangan dan banyak tantangan.

Bahkan, jauh sebelum ia punya kesempatan terjun ke dunia layar lebar, ia harus berjalan memutar sebab meski sejak lama tertarik pada film, saat masuk ke bangku kuliah ia memutuskan mengambil pendidikan bidang ekonomi. Alasannya, karena sebagian keluarganya mengambil pendidikan bisnis.

"Ketika itu saya pikir saya ambil kuliah S-1 ekonomi aja karena nanti setelah lulus gampang cari kerjanya," katanya dalam acara Diskusi Kreatif Kiat Menembus Pasar Film Internasional yang diadakan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada saat kuliah bidang ekonomi itulah, ujarnya, ia kerap membantu proses pembuatan film. Saat itu, ia semakin menyadari keinginannya untuk membuat film kian besar.

Setelah memutuskan terjun ke dunia film dan akan mulai merintis karier di Amerika, perempuan kelahiran Jawa Timur, 3 April 1989, itu juga menghadapi berbagai kesulitan. Yang tersulit ialah mendapatkan visa negeri adidaya tersebut.

Livi menyebutkan, untuk mendapatkan visa kerja ketika itu aplikasinya mencapai 524 halaman. Oleh karena itu, ujarnya, hal terpenting dan tersulit untuk bekerja di Amerika ialah mendapatkan visa. "Tapi, saya sangat merekomendasikan jika Anda ingin bekerja di AS, dapatkan visanya. " tuturnya.

Meskipun kuliah dan berkarier di Amerika, Livi masih berstatus sebagai warga negara Indonesia dan mengaku hatinya tetap berisi bendera merah putih. Karena itu pula, di beberapa filmnya ia banyak mengangkat tentang kultur dan banyak hal mengenai Indonesia, terutama dalam film Bali Beats of Paradise, salah satunya film yang baru-baru ini mendapatkan banyak sanjungan dari sineas mancanegara.

Di film tersebut ia mengangkat kebudayaan Bali yang begitu kental dengan tarian, musik, dan banyak hal lainnya, serta bisa dinikmati para penonton mancanegara.

Promosikan Indonesia
Livi mengungkapkan, ia sengaja selalu mengangkat tentang Indonesia dalam film-filmnya sekaligus untuk mempromosikan negeri ini sebab masih banyak masyarakat dunia yang tidak mengenal Indonesia.

Ketika bersekolah di Beijing mulai SMP, ujarnya, banyak masyarakat Tiongkok yang mengenal Indonesia. Akan tetapi, ketika ia mulai kuliah di Amerika dan mengaku berasal dari Indonesia, banyak teman-temannya di negara itu yang tidak tahu Indonesia ataupun letaknya.
Bahkan, lanjutnya, ia kerap memperoleh pertanyaan-pertanyaan aneh dari mereka mengenai Indonesia. "Saya pernah ditanya, bagaimana cara ke toilet di Indonesia. Saya kaget," tuturnya.

Oleh karena itulah, ia bertekad untuk terus mempromosikan Indonesia. Selain mengambil lokasi syuting di Indonesia, ia juga akan terus memasukkan banyak unsur Indonesia di dalam film-filmnya agar negeri ini makin dikenal mancanegara.

Livi semakin dikenal setelah filmnya yang berjudul Brush with Danger masuk dalam nominasi Piala Oscar pada 2015. Film tersebut ketika itu berjajar dengan film-film Hollywood lainnya. Saat ini film Bali Beats of Paradise juga sedang ia usahakan agar masuk sebagai nominasi film terbaik di ajang Piala Oscar yang hasilnya akan diumumkan pada 22 Februari mendatang.

Sekitar 50 lukisan dari Indonesia, katanya, muncul pada film Bali Beats of Paradise. Demikian halnya di film Insight, ia menggabungkan koreografi bela diri dengan pencak silat dari Indonesia. (H-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya