Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Khusus Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) yang juga aktris Hollywood, Angelina Jolie, 43, mengecam bahwa terusirnya 730 ribu muslim Rohingya dari negeri mereka, Myanmar, akibat kesalahan dunia dalam mencegah krisis.
Jolie menyatakan hal tersebut ketika mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Kutapalong, wilayah Cox's Bazar, Bangladesh, atau dekat perbatasan dengan Myanmar. Di puncak bukit yang ada di kamp pengungsian terbesar di dunia itu, bintang film Mr and Mrs Smith tersebut ia berpidato di depan kerumunan pengungsi.
Kepada para pengungsi, ibu enam anak tersebut menegaskan mereka memiliki hak yang sama, yakni memiliki kewarganegaraan. "Pada hari ini, dengan rendah hati dan bangga saya berdiri bersama Anda di sini. Anda mempunyai hak untuk tidak menjadi tanpa kewarganegaraan, Anda telah diperlakukan yang sangat membuat kami semua malu," ujarnya, Selasa (5/2).
Jolie juga menyatakan krisis di Myanmar yang memaksa muslim Rohingya meninggalkan negeri mereka terjadi akibat diskriminasi yang berlangsung bertahun-tahun dan tidak ditangani.
Pada kesempatan itu Jolie menyatakan telah bertemu beberapa warga Rohingya yang mengaku diperlakukan seperti ternak di negeri asalnya. Ia antara lain bertemu dengan seorang perempuan yang selamat dari perkosaan di Myanmar.
Perempuan tersebut, lanjut mantan istri Brad Pitt itu, menyatakan lebih baik ditembak di tempatnya berdiri ketimbang harus kembali ke Myanmar. Oleh karena itu, pemenang Piala Oscar, Screen Actors Guild Awards, dan tiga Golden Globe Awards tersebut meminta pemerintah Myanmar untuk menunjukkan komitmen sungguh-sungguh untuk mengakhiri lingkaran kekerasan dan melakukan perbaikan keadaan bagi semua warga di Negara Bagian Rakhine, termasuk Rohingya.
Salah satu aktris dengan bayaran tertinggi di Hollywood tersebut berada di Bangladesh selama tiga hari dan bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Menteri Luar Negeri AK Abdul Momen, dan para pejabat tinggi Bangladesh lainnya.
Dalam pertemuannya dengan petinggi Bangladesh, ia fokus membicarakan UNHCR dapat membantu upaya-upaya pemerintah Bangladesh untuk warga Rohingya. Selain itu, dibicarakan pula perlunya solusi berkelanjutan dalam enempatkan warga minoritas yang tertindas itu.
PBB galang dana
Kunjungan Jolie ke Bangladesh dilakukan ketika PBB menyeru kepada dunia internasional untuk menggalang dana sebesar US$920 juta guna memenuhi kebutuhan para pengungsi Rohingya dan komunitas yang menampung mereka. Kedatangan Jolie ke kamp pengungsi muslim Rohingya merupakan yang kesekian kali. Kunjungan serupa ia lakukan pada Juli 2015 di pengusian Bangladesh dan di India pada 2016.
Sejak Agustus 2017 tercatat lebih dari 730 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh, yakni ketika berlangsung operasi militer di Negara Bagian Rakhine. Lebih dari 620 ribu orang tinggal di kamp Kutupalong. Eksodus mereka menambah jumlah warga Rohingya yang meninggalkan negeri mereka karena sebelumnya sekitar 300 ribu jiwa telah lebih dulu mengungsi. (Ant/H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved